BANTUL - Aksi brutal pemain KAFI Jogja FC yang melakukan tendangan kungfu ke pemain UAD FC dalam lanjutan Liga 4 Piala Gubernur DIJ sore di Lapangan Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Selasa (6/1) berbuntut panjang. Tak hanya pemain dan tim KAFI Jogja FC saja yang terancam, wasit pertandingan tersebut pun akan dievaluasi.
Diketahui, perilaku tidak sportif terjadi di Liga 4 Piala Gubernur DIJ, . Salah satu pemain KAFI Jogja FC melalukan pelanggaran berbahaya pada pemain UAD FC. Dalam kasus ini, kaki sang pemain sampai pada kepala pemain lawan saat melakukan hadangan bola.
Baca Juga: Dipinjamkan Persija ke PSS Sleman, Figo Dennis Reuni dengan M. Fariz dan Irvan Mofu
"Kami baru mendalami dari video melihat unsur kesengajaan, intensi pemain yang bersangkutan kepada lawan dan nantinya mengambil kesimpulan," ujar Sekretaris Umum Asprov PSSI DIJ Wendy Umar Senoadji, Rabu (7/1).
Untuk sanksi bagi pemain maupun tim, apakah akan diberikan larangan seumur hidup seperti pemain Putra Jaya Pasuruan, dia mengaku belum bisa memutuskan. Tetapi perhatian lain terkait kepemimpinan wasit. Secara kasat mata tindakan tersebut seharusnya berbuah kartu merah.
Sehingga Asprov PSSI DIJ akan menyerahkan evaluasi kinerja wasit kepada Komite Wasit untuk didalami lebih lanjut. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh perangkat pertandingan bekerja sesuai regulasi yang berlaku.
"Asprov tegas tidak mentolerir tindakan-tindakan yang mencederai fair play baik pada pemain ataupun siapa pun yang berada dalam lingkup sepak bola," lontarnya.
Sementara itu pelatih KAFI Jogja FC Nopendi mengatakan, setelah pertandingan selesai, pihaknya langsung menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut, baik secara pribadi maupun atas nama tim dan pemain yang bersangkutan.
KAFI Jogja FC juga telah menjalin komunikasi dengan keluarga pemain UAD FC yang menjadi korban. "Rencananya kami juga akan silaturahmi, nanti dari manajemen yang melanjutkan komunikasi dengan keluarga pemain," ujarnya.
Nopendi juga berharap insiden ini menjadi pembelajaran bagi dirinya dan para pemainnya serta semua pihak di dunia sepak bola.
"Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada pemain UAD, pelatih, manajemen, dan seluruh insan sepak bola Indonesia. Yang jelek tidak usah dicontoh, kami perbaiki ke depan agar lebih baik," tandasnya. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo