SLEMAN - Badai cedera kembali menghampiri PSS Sleman. Usai kehilangan Cleberson Souza karena harus mengakhiri musim lebih cepat, kini gelandang asing Laskar Sembada Frédéric Injaï juga dipastikan harus menepi selama tiga minggu dari lapangan hijau.
Pemain asal Perancis itu didiagnosa mengalami masalah pada telapak kaki kanannya. Cedera itu didapat saat PSS Sleman menghadapi Persipal Palu FC di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Minggu (28/12) malam lalu. Sehingga itu membuat mantan pemain Inter Milan U-19 harus menjalani pemulihan intensif.
Dokter tim PSS Sleman dr. Riko Arundito menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan, Injaï mengalami peradangan yang cukup serius pada bagian telapak kaki. Secara medis, pemain bernomor punggung 93 itu menderita plantar fasciitis.
"Karena meradang, dia menekan saraf sehingga menimbulkan rasa nyeri. Sebenarnya ini riwayat lama, tapi kembali kambuh setelah ada benturan saat laga melawan Palu kemarin," jelasnya, Jumat (2/1).
Akibat cedera tersebut, lanjut dr. Riko, setidaknya Injaï diprediksi akan melewatkan setidaknya tiga pertandingan krusial PSS Sleman. Maka dari itu, untuk saat ini tim medis fokus pada proses pemulihan konservatif untuk mempercepat kembalinya sang pemain ke lapangan hijau.
"Update-nya nanti setelah tiga minggu kami lihat apakah sudah bisa kembali ke line-up atau belum. Saat ini dia menjalani terapi di rumah sakit, ada shockwave therapy dan injeksi obat untuk meredakan peradangannya," tuturnya.
Selama masa pemulihan tersebut, Injaï dipastikan bakal berlatih secara mandiri di bawah arahan pelatih. Pemain berusia 30 tahun itu akan menjalani program latihan terpisah di pinggir lapangan bersama tim fisioterapis.
Baca Juga: Waspada! Prediksi BMKG Siklon Tropis Iggy dan Hayley Picu Cuaca Ekstrem di Seluruh Wilayah DIY
Dalam masa pemulihan tersebut, dr. Riko menyarankan agar Injaï memakai sepatu bola yang nyaman. Itu menjadi salah satu faktor kunci dalam penanganan cedera Plantar Fasciitis. Sebab, menurutnya, struktur sepatu bola yang cenderung keras, seringkali memicu nyeri saat sang pemain melakukan aktivitas dengan intensitas tinggi.
Maka untuk meminimalisir kambuhnya cedera Injaï itu, tim medis merekomendasikan penggunaan sol khusus atau pilihan sepatu yang lebih nyaman. "Kalau sepatu bola yang relatif keras, itu memicu rasa sakit," tegas dr. Riko. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo