Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Saatnya Rotasi Meneer Van Gastel! PSIM Jogja Krisis Pemain Jelang Jamu Semen Padang

Fahmi Fahriza • Jumat, 2 Januari 2026 | 18:19 WIB
Pelatih PSIM Jogja Van Gastel
Pelatih PSIM Jogja Van Gastel

JOGJA - PSIM Jogja menghadapi situasi yang kurang ideal menjelang laga pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026. Laskar Mataram dijadwalkan menjamu Semen Padang FC pada Minggu (4/1) di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, namun tidak bisa turun dengan kekuatan terbaik.

 

Sedikitnya ada empat pemain yang masih berkutat dengan pemulihan cedera dan belum bisa diturunkan. Mereka adalah Harlan Suardi, Anton Fase, Yusaku Yamadera, serta rekrutan anyar Donny Warmerdam yang belum sekalipun melakoni debut akibat cedera pergelangan kaki.

Teranyar striker asal Brasil Rafael de sa Rodriguez atau Rafinha sudah dilepas ke PSIS Semarang. "Anton masih cedera di kakinya, dan dia harus menepi selama beberapa Minggu," kata pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel, Jumat (2/1).

 

Selain badai cedera, PSIM juga kehilangan satu pemain karena sanksi disiplin. Bek kanan Raka Cahyana dipastikan absen setelah menerima kartu merah pada laga sebelumnya. Saat PSIM bermain imbang 2–2 melawan PSBS Biak. "Selain itu, Yusaku juga masih cedera, lalu Raka juga pasti absen," ungkapnya.

 

Kondisi skuad yang pas-pasan ini seharusnya menjadi momentum meneer asal Belanda itu untuk merotasi pemainnya. Apalagi beberapa pemain yang jarang dimainkan jutsru jadi pahlawan saat PSIM menahan imbang tuan rumah Persijap Jepara.

 Baca Juga: Kobbie Mainoo Tegaskan Tidak Ingin Tinggalkan Manchester United dan Bertekad Bangkit Bersama Setan Merah Asuhan Ruben Amorim

Pencetak gol Riyatno Abiyoso, sang pemberi assist M. Iqbal hingga winger Andi Irfan tampil dominan saat dimasukkan. Terkait hal itu, Van Gastel hanya menegaskan timnya tetap harus tampil maksimal di hadapan publik sendiri.

Dia mengaku sebagai sosok perfeksionis dan ingin para pemainnya menjalankan filosofi permainan secara optimal. "Saya meminta pemain saya harus tetap bagus ketika membawa dan mengalirkan bola. Itu yang saya harapkan," tuturnya.

 

Sementara itu, manajer PSIM Jogja Razzi Taruna menyebut, pertandingan kontra Semen Padang hadir hanya berselang kurang dari sepekan setelah duel sebelumnya melawan PSBS.

Kondisi itu membuat masa pemulihan pemain terbilang singkat dan menuntut fokus ekstra dari seluruh skuad."Masa pemulihan singkat adalah konsekuensi dari jadwal kompetisi. Kami berharap laga melawan Semen Padang nanti bisa menjadi titik balik bagi tim," ungkap Razzi.

Meski unggul secara posisi di klasemen sementara, PSIM enggan meremehkan kekuatan Semen Padang. Evaluasi dari laga-laga sebelumnya menjadi pengingat bahwa setiap lawan memiliki potensi menyulitkan.

"Secara klasemen memang PSIM lebih baik, tapi kemarin kita juga sempat kesulitan melawan mereka," jelasnya.

 Baca Juga: Menuju Stadion Modern, Desain Renovasi Stadion Wergu Wetan Kudus Resmi Diluncurkan

Menurut Razzi, semua tim di BRI Super League 2025/2026 memiliki peluang memberikan kejutan, sehingga persiapan matang menjadi faktor kunci. Ia menilai Semen Padang tetap berbahaya dan tak bisa dianggap enteng.

"Semen Padang adalah tim yang bisa menjadi ancaman serius. Tidak ada persiapan khusus karena kami mempersiapkan tim sama seperti pertandingan lainnya," tutur Razzi. (iza/pra)

 

 

 

 

 

Editor : Heru Pratomo
#Razzi Taruna #Van Gastel #stadion sultan agung #PSIM #Andi Irfan #SSA Bantul #Super League #Yusaku Yamadera #meneer belanda #krisis pemain #Harlan Suardi #semen padang #rafinha #Riyatno Abiyoso #PSIM Jogja