Pekan kelima Piala Gubernur Liga 4 Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menghadirkan persaingan yang sengit antar tim peserta.
Sejumlah pertandingan berlangsung sengit dan berpengaruh langsung terhadap peta klasemen sementara, baik di papan atas maupun zona papan bawah. Hasil laga pekan kelima menjadi krusial bagi klub-klub yang tengah berburu posisi aman sekaligus menjaga peluang lolos ke fase selanjutnya.
Tak hanya soal perolehan poin, pekan kelima juga diwarnai satu pertandingan yang menyita perhatian karena menghadirkan drama tersendiri di lapangan.
Laga tersebut diwarnai dengan dihentikannya pertandingan oleh wasit di menit ke 51 dengan kedudukan sementara 4-1.
Laga ini dihentikan oleh wasit karena salah satu tim bermain dengan jumlah pemain yang kurang dari tujuh pemain di lapangan.
Hasil Pertandingan
Berikut rangkuman hasil pertandingan pekan kelima Piala Gubernur Liga 4 Zona DIY,
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Dwi Windu mempertemukan KAFI yang melawan JK United Tamanan pada pekan kelima.
Dalam laga tersebut, KAFI tampil dengan baik dan berhasil mengamankan kemenangan dari JK United Tamanan dengan skor 2-0. Kemenangan ini membuat KAFI memastikan tiga poin penting sekaligus memperkuat posisi mereka di klasemen sementara.
Kemenangan ini juga menjadi hasil krusial bagi KAFI ditengah persaingan ketat Liga 4 Yogyakarta, sementara JK United Tamanan harus kembali mengevaluasi performa timnya untuk menghadapi laga selanjutnya.
Pertandingan pekan keempat yang digelar di Lapangan Kampus UMY mempertemukan tim PS HW UMY yang menghadapi Gukiti FC.
Dalam laga tersebut, PS HW UMY tampil spartan dan berhasil menumbangkan Gukiti FC dengan skor yang sangat telak 8-1. Kemenangan telak yang didapatkan PS HW UMY ini memastikan tiga poin penting sekaligus memperkuat posisi di klasemen sementara Liga 4 Yogyakarta dan memperpanjang napas untuk bisa lanjut ke fase selanjutnya.
Pertandingan yang digelar di Lapangan Sitimulyo, Piyungan mempertemukan tim UAD FC yang melawan Duta Pro Bina Taruna. Dalam laga yang berlangsung sengit tersebut, UAD FC berhasil menyarangkan empat goal ke gawang Duta Pro Bina Taruna.
Pada menit ke-51 dengan kedudukan sementara 4-1, pertandingan dihentikan oleh wasit dilapangan.
Hal ini bisa terjadi karena jumlah pemain Duta Pro Bina Taruna yang berada dilapangan kurang dari tujuh pemain, sehingga hal ini mengganggu permainan yang akhirnya dihentikan oleh wasit dilapangan.
Karena hal tersebut, status pertandingan ini masih menggantung dan status pertandingan akan diputuskan langsung oleh pihak PSSI DIY.
Hasil pertandingan pada pekan kelima turut membawa perubahan pada peta persaingan Piala Gubernur Liga 4 Zona Yogyakarta. tambahan poin dari setiap laga membuat posisi klasemen masih bisa berubah, dengan persaingan ketat baik di papan atas maupun papan atas.
Beberapa tim mulai menunjukkan konsistensi, sementara yang lain masih harus mengevaluasi performa timnya untuk berjuang menjaga peluang lolos ke fase berikutnya.
Karena kondisi salah satu pertandingan belum dapat dipastikan, maka patut disimak dengan baik, karena setiap pertandingan akan sangat menentukan posisi akhir masing-masing tim. Berikut adalah skema perubahan klasemen diluar pertandingan yang masih belum jelas status pertandingannya
1. Mataram Utama FC dengan perolehan 10 Poin
2. KAFI dengan perolehan 9 Poin
3. PS HW UMY dengan perolehan 7 Poin
4. JK United Tamanan dengan perolehan 7 Poin
5. UAD FC dengan perolehan 4 Poin
6. GUKITI FC dengan perolehan 3 Poin
7. Duta Pro Bina Taruna dengan perolehan 0 Poin
Dengan masih adanya salah satu laga yang belum memiliki keputusan resmi, persaingan Piala Gubernur Liga 4 Zona Daerah Istimewa Yogyakarta dipastikan belum sepenuhnya usai.
Setiap poin yang diraih pada laga-laga tersisa akan sangat menentukan nasib masing-masing tim di klasemen akhir.
Klub-klub peserta dituntut menjaga konsistensi permainan dan disiplin di setiap pertandingan, mengingat selisih poin antar tim masih sangat tipis.
Pekan-pekan berikutnya diprediksi akan berlangsung semakin panas dan menarik untuk disaksikan, seiring ketatnya perebutan posisi menuju fase selanjutnya.
Penulis: Alif Rizki Wahyu N K