JOGJA - Bek multiposisi PSIM Jogja, Andy Setyo Nugroho, akhirnya kembali merumput bersama Laskar Mataram di kompetisi BRI Super League 2025/2026.
Sebelumnya, eks penggawa Bhayangkara FC tersebut harus menepi kurang lebih tiga bulan akibat cedera lutut yang dideritanya pada masa pramusim.
Pengalaman panjang Andy di berbagai klub Liga Indonesia membuatnya tak asing lagi dengan dinamika persaingan. Meski begitu, ia tetap merasakan nuansa berbeda ketika kini berseragam PSIM yang berstatus tim promosi.
"Setiap tim pasti ada perbedaan, dan itu wajar. Tapi perbedaannya tidak signifikan. Kekeluargaan di semua tim oke, di PSIM ini juga. Justru itu yang bikin senang, adaptasi di tim baru dengan pemain-pemain baru," ujarnya, Minggu (28/12).
Pemain yang dikenal serbabisa di lini belakang itu kini fokus membantu PSIM menjaga konsistensi permainan. Ia berharap kehadirannya kembali dapat menambah kekuatan tim asuhan Jean Paul van Gastel.
"Di tim PSIM Jogja ini saya berharap performa tim bisa tetap terjaga dan bisa meraih kemenangan, melanjutkan tren positif juga," tambahnya.
Jelang memasuki fase krusial kompetisi, yakni putaran kedua, Andy menilai persaingan akan semakin ketat. Ia menyebut seluruh tim memiliki kualitas yang layak diwaspadai, terlebih dengan potensi perombakan skuad pada masa jeda.
"Menurut saya setiap tim punya kekuatannya masing-masing dan patut diwaspadai. Di putaran kedua ini belum tahu pergerakan masing-masing tim seperti apa. Jadi kita tidak boleh lengah dan harus fokus maksimal di semua pertandingan," tegas eks pemain Bhayangkara FC itu.
Dengan kondisi yang kian membaik pasca cedera, Andy Setyo bertekad memberikan kontribusi terbaik, baik sebagai benteng pertahanan maupun sebagai pemimpin di lapangan untuk membantu PSIM bersaing di kasta tertinggi. (iza/pra)
Editor : Heru Pratomo