Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

PSIM Jogja vs PSBS Biak, Lawan yang Familiar bagi Laskar Mataram

Fahmi Fahriza • Senin, 29 Desember 2025 | 02:29 WIB
uji coba tertutup melawan PSBS Biak di YIS, kemarin (11/10).
uji coba tertutup melawan PSBS Biak di YIS, kemarin (11/10).

JOGJA – Secara resmi pertemuan terakhir PSIM Jogja dan PSBS Biak terjadi di Liga 2 musim 2019 lalu. Saat itu kedua tim saling mengalahkan 1-0 di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul maupun Stadion Cendrawasih, Biak. Tapi dalam tiga bulan terakhir ini saja keduanya sudah dua kali bertemu.

Yaitu pada laga uji tanding 11 Oktober dan 14 November lalu. Jadi pertemuan resmi dalam laga tunda pekan ke-8 BRI Super League 2025/2026 SSA Bantul, Senin (29/12) sore ini, keduanya sudah familiar.

Awalnya, duel ini direncanakan digelar pada Selasa (30/12) malam. Namun karena sejumlah pertimbangan, jadwal pertandingan dimajukan satu hari lebih awal.

Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel, menegaskan perubahan tersebut tidak memberikan dampak berarti terhadap persiapan timnya.

"Perpindahan itu tidak begitu penting, karena hanya maju satu hari dan tidak memengaruhi persiapan tim," ujar Van Gastel dalam konferensi pers sebelum pertandingan, Minggu (28/12).

PSIM menatap laga ini dengan modal kurang ideal setelah gagal meraih kemenangan dalam dua pertandingan terakhir. Van Gastel mengakui performa timnya sempat menurun, namun ia menegaskan tidak ada alasan untuk panik.

"Tapi 13 pertandingan sebelumnya kami bermain cukup bagus. Saya tidak khawatir, tapi ini harus jadi pelajaran bahwa kami harus mempertahankan apa yang sudah kami lakukan," ulasnya.

Menghadapi PSBS, pelatih asal Belanda itu menyebut calon lawannya sebagai tim yang tidak bisa dipandang remeh. Meski masih berjuang di papan bawah klasemen. "Secara fisik mereka sangat kuat dan sekarang punya pelatih baru, energi baru. Jadi kami juga harus menunjukkan performa terbaik kami," tegasnya.

Pemain PSIM Rendra Teddy menyatakan, seluruh penggawa Laskar Mataram berada dalam motivasi tinggi untuk menutup tahun dengan kemenangan.

"Bismillah, semoga di akhir tahun ini kami bisa meraih hasil positif yaitu tiga poin," kata Rendra yang akan kembali dipercaya menggantikan Yusaku Yamadera yang tidak fit.

Dari kubu lawan, caretaker PSBS Kahudi Wahyu Widodo, memastikan timnya datang dengan kondisi optimal. Sejumlah pemain yang sebelumnya mengalami cedera juga sudah dapat kembali tampil.

"Alhamdulillah, anak-anak dalam kondisi sehat semuanya. Kemarin ada pemain yang cedera, tapi bisa dipastikan mereka siap tampil," ucap Kahudi.

Menurutnya, PSIM adalah tim yang sangat konsisten dengan cara main, tapi pihaknya juga melihat ada kelemahan di PSIM yang bisa dieksploitasi.

"Kami sudah menyusun rencana dan anak-anak mampu menjalankannya dalam latihan. Kami harapkan nanti mereka konsisten menerapkannya di pertandingan," harapnya.

Bek PSBS Nurhidayat Haris mengakui, laga melawan PSIM akan terasa emosional karena dirinya pernah membela klub tersebut. “Tapi sebagai pemain profesional saya akan mati-matian bela PSBS Biak," tegasnya.

Ia juga menambahkan, tim PSBS Biak mempelajari permainan PSIM secara komprehensif. "Saya sudah menonton video beberapa pemain depan PSIM. Pelatih juga sudah memberikan game plan, semoga berjalan lancar," bebernya. (iza/pra)

Editor : Heru Pratomo
#familiar #Van Gastel #Rendra Teddy #PSIM #SSA Bantul #Kahudi Wahyu #Yusaku Yamadera #Belanda #psbs #nurhidayat haris #Liga 2 #PSIM Jogja