pss
SLEMAN - Manajemen PSS Sleman menerima berbagai sanksi yang telah dijatuhkan oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI akibat aksi away pendukungnya saat melawan Deltras FC, di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (22/11) malam lalu.
Manajemen menerima semua keputusan tersebut dan berjanji akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait insiden tersebut.
"PSS Sleman menghormati keputusan Komite Disiplin PSSI dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi bersama seluruh pihak terkait," kata Executive Representative PSS Sleman Vita Subiyakti, Jumat (28/11) siang.
Diketahui, berdasarkan salinan keputusan Komdis PSSI yang beredar, PSS Sleman telah dijatuhi total denda sebesar Rp 97,5 juta atas empat pelanggaran berbeda dalam satu pertandingan.
Tidak hanya kerugian finansial, tim berjuluk Super Elja juga menerima hukuman non-material yang sangat merugikan bagi performa tim.
Sanksi terberat secara finansial datang dari aksi pelemparan botol air mineral yang dilakukan oleh para suporter.
Dalam SK bernomor 097/L2/SK/KD-PSSI/XI/2025, aksi pelemparan air minum kemasan dalam jumlah banyak yang dilakukan suporter PSS Sleman diganjar denda sebesar Rp 50 juta.
Tak hanya itu, hukuman juga dijatuhkan akibat adanya tindakan vandalisme.
Saat menghadapi tim berjuluk The Lobster lalu itu, para suporter PSS Sleman terbukti melakukan perusakan fasilitas stadion berupa dua buah tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan dua buah bangku stadion.
Bahkan, bangku stadion tersebut dilemparkan ke arah lapangan.
Akibat tindakan anarkis yang tertuang dalam SK nomor 098 ini, PSS Sleman tidak hanya didenda Rp 15 juta tetapi juga menerima hukuman larangan menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebanyak satu kali saat menjadi tuan rumah.
Sehingga hal tersebut tentu saja menjadi pukulan telak bagi pihak manajemen.
Tak berhenti sampai situ. Ternyata dalam SK nomor 099, tercatat adanya suporter yang nekat merangsek masuk ke area lapangan pertandingan (invasi) dan menendang bola ke arah tribun.
Aksi itu tentu saja juga menambah beban denda sebesar Rp 20 juta.
Selain itu, kehadiran suporter PSS Sleman dalam laga tandang melawan Deltras FC lalu itu yang sejatinya melanggar regulasi Liga terkait larangan suporter tamu juga membuahkan denda sebesar Rp 12,5 juta (SK nomor 096).
Maka dari itu, atas berbagai tindakan tersebut, manajemen PSS Sleman harus membayar dengan yang totalnya Rp 97,5 juta atau nyaris menyentuh angka Rp100 juta.
Dengan adanya sanksi tersebut, manajemen PSS Sleman berharap supaya hal tersebut bisa menjadi pelajaran berharga bagi seluruh elemen tim. Sebab pihak manajemen tak ingin kejadian tersebut terulang lagi ke depannya.
"Saat ini fokus kami adalah mempersiapkan tim menghadapi pertandingan berikutnya. Kami mengajak Sleman Fans untuk terus memberikan dukungan secara positif," jelas Vita. (ayu).
Editor : Bahana.