Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sebelum Derby Mataram, Pelatih Persis Peter de Roo Berkunjung ke Rumah Pelatih PSIM Jogja Van Gastel

Fahmi Fahriza • Jumat, 7 November 2025 | 01:20 WIB
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel menyalami para pemainnya
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel menyalami para pemainnya

 

JOGJA – Sama-sama dari Belanda, hubungan pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel dengan pelatih Persis Solo Peter de Roo cukup akrab. Buktinya belum lama ini keduanya baru saja bertemu berdua.

"Saya tahu dan kenal Peter , beberapa pekan lalu dia baru datang ke rumah saya, kami berbicara dan diskusi tentang banyak hal," kata Van Gastel, Kamis (6/11).

Keakraban keduanya pun baru terjalin. Eks pelatih NAC Breda itu menyebut perkenalannya dengan Peter de Roo tergolong baru, yakni setelah van Gastel tiba dan bekerja di Indonesia.

"Saya sebelumnya tidak mengenal Peter, hanya baru-baru ini saja saat sudah di Indonesia," terangnya.

Van Gastel mengaku sudah mengenal sosok Peter de Roo cukup baik. Alih-alih menganggap sesama pelatih asal Belanda sebagai rival, Van Gastel justru melihat mereka sebagai rekan seprofesi yang bisa saling mendukung, terutama dalam adaptasinya di sepak bola Indonesia.

"Menyenangkan rasanya memiliki kolega, karena bisa diskusi banyak hal, apalagi datang dari negara yang sama," bebernya.

Eks asisten pelatih Ronald Koeman itu sejauh ini punya catatan istimewa dalam menghadapi sesama pelatih asal Belanda di kompetisi BRI Super League musim 2025/2026. Namun, menjelang laga panas Derby Mataram, eks gelandang Feyenoord itu enggan jemawa meski statistik berpihak kepadanya.

Dalam musim perdananya menukangi PSIM Jogja, Van Gastel mencatatkan dua kemenangan atas tim yang juga dilatih pelatih asal negaranya. Pertama, saat PSIM menumbangkan Bali United 3-1 di kandangnya yang kala itu diasuh oleh Johnny Jansen. Kedua, saat Laskar Mataram menaklukkan Dewa United dengan skor 2-0 yang dilatih oleh Jan Olde Riekerink.

Rekor apik tersebut menjadi modal berharga jelang lawatan PSIM ke Stadion Manahan, markas Persis Solo, Sabtu (8/11) mendatang.  Meski memiliki rekor apik melawan pelatih asal Belanda, Van Gastel menegaskan hal tersebut tidak menjadi tolok ukur kemenangan.

Ia menilai setiap laga memiliki tantangan tersendiri, terlepas dari siapa yang berdiri di pinggir lapangan lawan. "Saya hanya mencoba menenangkan setiap pertandingan, apakah pelatih itu dari Belanda, dari Indonesia, atau Brazil, itu tidak berpengaruh," ungkapnya.

 Baca Juga: Sakit Hati Cinta Ditolak, Motif Pelaku Pembunuhan Perempuan di Gamping, Tanpa Pikir Panjang Nekat Membunuh

Bagi Van Gastel, Derby Mataram bukan hanya tentang duel dua klub dengan sejarah panjang, tetapi juga ajang pembuktian profesionalisme pelatih dan pemain. Meski memiliki catatan mentereng menghadapi sesama pelatih Belanda, ia tetap menaruh respek besar kepada Peter de Roo dan Persis Solo.

"Untuk saya itu sama sekali tidak bermasalah atau berpengaruh. Ini seperti pertandingan-pertandingan sebelumnya, saya ingin memenangkan pertandingan," jelasnya. (iza/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Van Gastel #Solo #PSIM #Belanda #derby mataram #BRI Super League #persis #Peter de Roo #pelatih #PSIM Jogja