JOGJA – Keluhan pelatih Jean Paul van Gastel dan harapan supporter PSIM Jogja terkait lampu dijawab manajemen. Dengan mulai melakukan peningkatan kualitas penerangan Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul bulan ini. Hal itu dilakukan untuk memenuhi standar pencahayaan minimal yang ditetapkan operator kompetisi BRI Super League, yakni 1.600 lux. Saat ini, intensitas cahaya di SSA baru mencapai kisaran 774 lux.
Ketua panitia pelaksana PSIM Jogja Wendy Umar memastikan, pengerjaan proyek lampu baru akan dimulai November ini dan ditargetkan rampung sebelum tutup tahun 2025. "Soal lampu, manajemen sangat concern memperbaiki itu. Kami perbaiki dan perbarui November ini, targetnya selesai awal Desember," katanya, Senin (3/11).
Wendy berharap, laga kandang PSIM Jogja menghadapi PSBS Biak yang dijadwalkan pada 30 Desember mendatang, sudah bisa dimainkan malam hari di SSA. Wendy juga menjelaskan spesifikasi lampu yang akan digunakan merupakan produk impor dari Polandia. Sehingga membutuhkan waktu dalam proses pengiriman dan pemasangan.
"Untuk order langsung satu kali, saat datang langsung dipasang semua, dilakukan November sampai Desember. Vendor lampu itu tidak diproduksi di Indonesia, kami pesan dari Polandia," ujarnya.
Ia menambahkan, pemasangan lampu tersebut dilakukan berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak terkait agar sesuai dengan standar yang ditentukan oleh Ileague.
Baca Juga: Bacakan Duplik, Penasihat Hukum Sebut Korban Juga Berkontribusi dalam Kecelakaan Mahasiswa UGM
"Sesuai ketentuan dan hasil koordinasi, lampu yang dipasang nanti untuk mencapai lux 1.600 dari ketentuan Ileague, kita koordinasikan untuk SSA, dan diyakinkan mencapai 1.600 lux juga," jelasnya.
Meski begitu, Wendy mengakui masih ada pertimbangan ke depan terkait keberlanjutan penggunaan lampu tersebut, apabila PSIM harus berpindah venue pada musim kompetisi berikutnya.
"Tantangannya kalau musim 2026/27 saat pindah venue lampunya akan diapakan, itu kita belum tahu. Karena lampu ini PSIM yang menganggarkan, nanti akan dicari kalkulasi yang tepat," tuturnya. (iza/pra)
Editor : Heru Pratomo