Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jadi Top Skorer dan Bawa Sekolahnya Juara MLSC Yogyakarta, Nadia Jadi Calon Suksesor Ayla di Timnas

Heru Pratomo • Senin, 20 Oktober 2025 | 13:19 WIB
Milklife soccer challenge
Milklife soccer challenge

 

SLEMAN - Yogyakarta terbukti menjadi salah satu pencetak pesepakbola putri jempolan. Setelah jebolan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Ayla Dva Khala Ahisma yang dipanggil tim nasional putri U-16, muncul calon suksesornya.

Dia adalah Nadia Shakila Azzahra dari SD Muhammadiyah Karangploso, Bantul. Tak hanya karena torehan 37 gol selama MLSC Yogyakarta Seri 1 2025 - 2026 dan membawa sekolahnya juara, penampilan individunya saat partai final di Stadion Tridadi, Minggu (19/10) menarik perhatian.

"Permainannya sangat istimewa, ia mencetak beberapa gol dari jarak jauh dan aksi solo run yang matang," kata Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta, Tri Wulandari.

Secara keseluruhan lanjut dia, peningkatan jumlah peserta di MLSC Yogyakarta Seri 1 2025 - 2026, selaras dengan bertambahnya kualitas pesepakbola putri. Potensi besar dan daya saing tinggi pun diperlihatkan individu maupun tim yang baru menjajal persaingan di turnamen yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini. 

 

"MilkLife Soccer Challenge secara rutin digelar di Yogyakarta, konsistensi itu membuat semakin banyak peserta yang serius menekuni sepak bola putri dan melanjutkan pelatihan bersama SSB. Hasilnya, pada penyelenggaraan seri ini semakin banyak siswi yang sudah berkembang secara permainan di lapangan, baik teknik individu maupun kerjasama tim," ujar Wulan.

Pada partai final MLSC Yogyakarta Seri 1 2025-2026, pada kelompok usia (KU) 10, MI Baburroyyan Kiyudan sukses menjadi juara usai melakoni pertandingan sengit melawan SDN 3 Imogiri dengan skor 5-4. Sementara pada KU 12, SD Muhammadiyah Karangploso tampil dominan membekuk SDN 2 Wonoharjo yang berstatus sebagai Juara MLSC Yogyakarta Seri 1 2024 dengan hasil akhir 6-1.

 

Aqilla tidak hanya tampil sebagai pahlawan yang mengantarkan MI Baburroyyan Kiyudan menjadi juara pada MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 - 2026, ia juga mengukuhkan diri sebagai top scorer KU 10 dengan torehan 39 gol. “Saya sangat bangga karena akhirnya bisa membantu tim menjadi juara setelah di dua seri sebelumnya hanya mencapai babak 32 besar dan delapan besar. Akhirnya di seri ini bisa menjadi juara dan membuat saya semakin yakin untuk mengejar mimpi menjadi pemain timnas putri Indonesia,” ungkap Aqilla.

Sementara itu, partai final KU 12 MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 - 2026 yang mempertemukan SD Muhammadiyah Karangploso kontra SDN 2 Wonoharjo juga menyuguhkan gelontoran tujuh gol dan aksi-aksi individu atraktif. Namun, mayoritas jalannya pertandingan ini lebih didominasi SD Muhammadiyah Karangploso.

Baca Juga: PSS Sleman Puncaki Klasemen Sementara, Pelatih Ansyari Lubis Puji Performa Tim

“Seneng banget saya akhirnya bisa menjadi juara di MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 - 2026. Padahal, sebelumnya tim KU-12 sekolah saya hanya bisa lolos fase grup. Saya ingin mempersembahkan keberhasilan menjadi juara untuk kedua orangtua yang selalu mendukung supaya saya bisa terus mengejar mimpi menjadi pemain sepak bola sukses dan menjadi bagian dari timnas Indonesia yang tampil di Piala Dunia,” ucap Nadia yang kini berlatih di SSB Putri Mataram Sleman.

 

Juara Silih Berganti

 

MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 - 2026 yang bergulir pada 14 hingga 19 Oktober 2025 di Stadion Tridadi dan Lapangan Bola Sidomoyo Sleman diikuti oleh 1.619 siswi dari 84 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Yogyakarta dan sekitarnya, yang terbagi ke dalam 69 tim KU 10 dan 80 tim KU 12. Peningkatan peserta di setiap seri menunjukkan tren positif, seiring dengan kualitas yang semakin merata.

Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Edi Supriyanto menuturkan, roda ekosistem sepak bola putri usia dini di Yogyakarta berputar kian kencang sesuai dengan target yang dipatok penyelenggara. Hal tersebut terlihat dari munculnya tim debutan serta juara setiap seri diraih oleh tim berbeda, kecuali SDN Ungaran 1 KU 10 yang berhasil menjuarai MLSC Yogyakarta Seri 1 2024 dan MLSC Yogyakarta 2025 pada Juni lalu. Ia menilai kemampuan srikandi muda cukup merata dan tidak hanya didominasi oleh satu atau dua sekolah saja. 

 

“Salah satu contoh, sebagai pemegang gelar juara dua kali pada KU 10, SDN Ungaran 1 kalah dengan SDN 3 Imogiri di babak semifinal seri ini. Sementara di seri sebelumnya SDN 3 Imogiri kalah 0-4 dengan SDN Ungaran 1 pada partai final. Artinya ada peningkatan secara kualitas dari sekolah yang turut serta di seri-seri sebelumnya. Kami juga mengapresiasi 11 sekolah baru yang berlaga di seri ini. Semoga antusias dan semangat putri Yogyakarta menekuni sepak bola semakin menyala dan diikuti oleh kota lain penyelenggaraan MLSC,” ujar Edi.  

 

Sekadar diketahui, antusiasme para siswi Kota Pelajar untuk ikut serta dalam MilkLife Soccer Challenge terus memperlihatkan tren positif. Pada penyelenggaraan MLSC Yogyakarta Seri 1 2024 tercatat 452 siswi. Kemudian, pada MLSC Yogyakarta Seri 2 2024 sebanyak 1.203 peserta. Sementara di MLSC Yogyakarta 2025 pada 18-22 Juni lalu, jumlah peserta kembali meningkat menjadi 1.315 siswi. 

Editor : Heru Pratomo
#Nadia #Yogyakarta #Ayla #sd muhammadiyah #Milklife Soccer Challenge #Stadion Tridadi #MLSC #SSB #karangploso #timnas putri