JOGJA - Sorak sorai dan semangat terdengar nyaring di SMPN 13 Jogja Senin (13/10) pagi. Ratusan siswa menyambut meriah kehadiran para pemain PSIM Jogja dalam agenda PSIM Goes to School. Program ini menjadi istimewa karena salah satu pemain yang ikut hadir adalah Savio Sheva, pemain muda yang merupakan alumni sekolah itu.
PSIM Goes to School merupakan salah satu agenda aktivasi klub PSIM yang dirancang untuk mendekatkan tim dengan masyarakat, terutama generasi muda di sekolah-sekolah. Lewat kegiatan ini, para pemain dan staf klub tak hanya memperkenalkan sepak bola profesional, tetapi juga memberi motivasi, edukasi, dan pengalaman langsung yang bisa menjadi inspirasi para pelajar.
Dalam kunjungan perdana musim ini, PSIM membawa empat pemainnya; Ezequiel Vidal, Franco Ramos Mingo, Khairul Fikri, dan Savio Sheva. Sejak pagi, halaman sekolah sudah dipenuhi siswa yang mengenakan seragam olahraga, menyambut rombongan pemain dengan tepuk tangan riuh.
Setelah sesi perkenalan, para pemain mengajak siswa bermain mini games seperti latihan passing dan juggling bola. Para siswa juga diajak untuk bertanya langsung kepada para pemain mengenai pengalaman berkarier di dunia sepak bola profesional.
Media Officer PSIM Jogja Irza Triamanda menjelaskan, program ini telah dijalankan secara berkala sejak beberapa musim lalu. Namun pelaksanaannya cukup fleksibel dan bergantung pada jadwal latihan dan pertandingan tim.
"Setiap kunjungan kami membawa tiga sampai empat pemain. Pelaksanaannya fleksibel, menyesuaikan kelonggaran tim. Ini kunjungan pertama musim ini," ujar Irza saat ditemui di lokasi.
Sepanjang musim ini atau hingga selesainya kompetisi BRI Super League 2025/2026, Irza menyampaikan setidaknya akan ada lima sekolah lagi yang akan didatangi dalam gelaran PSIM Goes to School. Ia juga menyebut pihaknya membuka kesempatan bagi sekolah-sekolah di DIY untuk mendaftar sebagai calon lokasi kunjungan.
Namun, keputusan akhir tetap diambil oleh manajemen klub berdasarkan pertimbangan teknis dan jadwal tim. "Kami buka form pendaftaran untuk sekolah yang ingin dikunjungi. Tapi keputusan final mana yang jadi dikunjungi, tetap dari manajemen," jelasnya.
Kepala Sekolah SMPN 13 Jogja Abdurrahman menyambut bangga kehadiran PSIM di sekolahnya. Ia menilai kunjungan ini bukan sekadar hiburan bagi siswa, melainkan bisa menjadi suntikan motivasi untuk mereka yang sedang merintis mimpi menjadi atlet.
"Tahun ini baru sekolah kami yang dikunjungi PSIM. Ini kebanggaan besar. Apalagi salah satu pemain yang hadir, Savio Sheva adalah alumni SMPN 13 Jogja. Semoga ini bisa menginspirasi adik-adiknya," tuturnya.
Bagi Savio Sheva sendiri, kunjungan ini menjadi momen spesial. Ia mengaku bangga bisa kembali ke sekolah yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanannya menjadi pesepak bola profesional.
Di hadapan ratusan siswa, Savio kembali mengenang dan menceritakan saat ia mulai merintis karir sepakbolanya. Diakui, orang tua hingga guru di sekolah juga memiliki peranan penting dalam perjalanan kariernya.
"Dulu saya suka main bola karena orang tua juga suka bola. Dari situ saya mulai latihan, lalu dapat banyak dukungan, termasuk dari guru di sini, Pak Johan," sebutnya.
Kepada para siswa yang memiliki impian menjadi pemain sepak bola profesional, Savio berpesan, selain harus giat dan tekun latihan, menjaga tubuh hingga pola makan adalah salah satu keharusan.
"Selain latihan, tantangan terbesarnya itu menjaga kondisi, pola makan, dan gaya hidup. Harus benar-benar disiplin," ungkapnya.
Sebagai warga asli Jogja, ia mengaku senang dan bangga bisa membela PSIM, klub dari kota kelahirannya sendiri. "Buat adik-adik semua, jangan berhenti bermimpi. Rajin berlatih, berdoa, dan terus berusaha," pesannya.
Antusiasme para siswa pun tidak mereda hingga acara selesai. Banyak dari mereka yang berebut berfoto dan meminta tanda tangan para pemain.
Di akhir acara, pihak sekolah dan PSIM saling bertukar cenderamata sebagai simbol kerja sama dan harapan untuk melahirkan lebih banyak generasi muda berprestasi dari Jogja. (iza/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita