JOGJA - Pertandingan pekan ketujuh BRI Super League2025/2026 antara PSM Makassar melawan PSIM Jogja di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, Sabtu (27/9/2025) sore, berakhir tanpa pemenang.
Kedua tim harus puas berbagi poin setelah duel sengit itu berakhir dengan skor 0-0.
Mengacu pada data perangkat pertandingan, PSIM Jogjatampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 75 persen.
Baca Juga: Duel Berakhir Imbang Tanpa Gol, PSIM Curi Poin di Kandang PSM
Laskar Mataram juga mencatatkan 12 tembakan, enam di antaranya tepat sasaran.
Sementara tuan rumah PSM Makassar yang lebih banyak mengandalkan serangan balik melepaskan 13 tendangan dengan lima on target.
Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares kecewa terkait absennya bek sekaligus kapten tim, Yuran Fernandes. Ia menilai keputusan administrasi yang telat membuat timnya sulit melakukan penyesuaian.
Baca Juga: Emil Audero Diparkir, Cremonese Tahan Imbang Como Besutan Cesc Fabregas di Sinigaglia
"Kami mendapat info Yuran tidak bisa bermain sehari sebelum pertandingan. Surat yang kami terima tertulis tanggal 25 September, tapi baru sampai ke kami tanggal 26 malam. Itu sangat tidak adil karena kami tidak punya waktu banyak untuk mengubah strategi," ujar Tavares usai laga.
Meski begitu, Tavares tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya.
Ia menyadari, sejatinya tim Juku Eja memiliki banyak peluang, namun memang belum bisa diselesaikan secara klinis.
Baca Juga: Persib Takluk dari Persita, Begini Komentar Thom Haye: Pembelajaran Baru Bagi Saya
"Kami tentu ingin menang, tapi hasil imbang melawan PSIM yang sejauh ini selalu bagus di laga tandang menurut saya cukup adil. Saya apresiasi para pemain yang bekerja keras," katanya.
Senada dengan sang pelatih, penyerang PSM Gledson Da Silva menyebut dukungan suporter menjadi dorongan besar bagi tim, meski hasil akhir belum sesuai harapan.
Di sisi lain, ia juga mengapresiasi kinerja yang ditunjukkan oleh kiper PSIM Cahya Supriadi.
Baca Juga: Pecat Graham Potter, West Ham Tunjuk Nuno Espirito Santo Sebagai Nahkoda Baru
"Pertandingan berjalan cukup bagus, kami punya banyak peluang, tapi kiper PSIM bermain bagus. Ini bukan hasil yang kami inginkan, karena kami berusaha menang. Namun kami akan berbenah agar bisa lebih kuat di laga selanjutnya," tuturnya.
Di kubu tamu, pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastelmenilai bahwa hasil imbang cukup adil bagi kedua tim.
Menurutnya, babak kedua menjadi momen paling penting ketika kedua tim saling jual beli serangan.
"Kami punya beberapa peluang besar, tapi gagal jadi gol. Saya pikir hasil imbang ini adil. Apalagi setelah pekan lalu menghadapi Bali United, kami langsung melakukan perjalanan ke Makassar tanpa hari libur. Pemain saya tampil cukup bagus," kata van Gastel.
Dalam keterangannya, secara pribadi pelatih asal Belanda tersebut juga memberi apresiasi khusus pada penampilan kiper kedua tim.
"Menurut saya man of the match adalah kiper. Cahya Supriadi di PSIM dan Hilman Syah di PSM sama-sama bermain sangat bagus," tambahnya.
Baca Juga: Hasil Ternak Jawa Tengah Berkontribusi Besar Secara Nasional
Adapun kiper PSIM Cahya Supriadi, yang akhirnya dinobatkan sebagai man of the match (MOTM), mengaku laga melawan PSM cukup sulit karena lawan punya variasi serangan yang berbahaya.
"PSM menciptakan banyak peluang, tapi kami bekerja keras secara kolektif untuk menahan mereka. Saya apresiasi seluruh rekan setim yang tampil disiplin sepanjang laga," ucap Cahya.
Dengan hasil imbang ini, PSM dan PSIM sama-sama mengantongi satu poin. Kedua tim pun bertekad segera berbenah jelang pertandingan berikutnya. (iza/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita