JOGJA – Laga PSM Makassar melawan PSIM Jogja di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, berakhir tanpa pemenang, Sabtu (27/9/2025) sore. Kedua tim bermain sama kuat, skor kacamata yakni 0-0 bertahan hingga laga usai.
Sejak awal laga, PSM tampil dominan dengan intensitas serangan tinggi. Dukungan suporter tuan rumah membuat Juku Eja bermain agresif, terutama melalui kombinasi serangan cepat dari sektor sayap.
Namun, pertahanan rapat PSIM mampu mengantisipasi berbagai upaya tersebut.
Baca Juga: Emil Audero Diparkir, Cremonese Tahan Imbang Como Besutan Cesc Fabregas di Sinigaglia
Di sisi lain, PSIM juga tidak hanya bertahan. Dalam berbagai kesempatan, Laskar Mataram melancarkan serangan balik cepat yang membuat lini belakang PSM kerepotan.
Beberapa peluang tercipta, tetapi eksekusi akhir belum mampu menembus gawang Hilman Syah di kubu PSM.
Babak kedua berlangsung lebih terbuka. Kedua tim berupaya meningkatkan tempo untuk mencari gol kemenangan.
Baca Juga: Persib Takluk dari Persita, Begini Komentar Thom Haye: Pembelajaran Baru Bagi Saya
Kedua tim bergantian menciptakan peluang, namun performa cemerlang dua kiper menjadi sorotan utama.
Cahya Supriadi di bawah mistar PSIM tampil tangguh, begitu pula Hilman Syah yang beberapa kali melakukan penyelamatan penting.
Skor tanpa gol akhirnya menutup jalannya pertandingan, sekaligus membuat kedua tim harus puas berbagi satu poin.
Baca Juga: Pecat Graham Potter, West Ham Tunjuk Nuno Espirito Santo Sebagai Nahkoda Baru
Bagi PSM, hasil ini menjadi pekerjaan rumah karena gagal memaksimalkan laga kandang untuk memperbaiki posisi di papan klasemen.
Sementara, PSIM bisa pulang dengan kepala tegak. Tambahan satu poin di Parepare memperpanjang catatan positif mereka di laga tandang musim ini.
Dari empat partai tandang yang dijalani, PSIM masih menjaga rekor tak terkalahkan dengan raihan tiga kemenangan dan satu hasil imbang.
Catatan ini sekaligus menegaskan konsistensi Laskar Mataram saat bermain jauh dari kandang.
Dengan hasil tersebut, persaingan di BRI Super League2025/2026 semakin ketat. PSM masih harus mencari momentum untuk bangkit, sedangkan PSIM berupaya menjaga tren positif agar tetap bersaing di papan atas. (iza)