Perubahan posisi ini tentu saja menjadi perhatian, terutama setelah dirinya lebih dikenal sebagai gelandang bertahan saat membela Persita Tangerang.
Dalam skema terbaru bersama Laskar Mataram, Sudin sapaan akrabnya, diinstruksikan untuk bermain tepat di belakang striker.
Sebuah peran yang menuntutnya untuk tidak hanya menyerang, tetapi juga mengganggu pertahanan lawan sejak dini.
Tugas utama pemain berusia 25 tahun ini adalah memutus alur serangan dari para bek lawan, khususnya stopper. Hal ini diintruksikan supaya tim lawan tidak bisa membangun serangan dari bawah.
"Saya diinstruksikan bantu pressing untuk Haljeta (striker PSIM) kalau dia sendiri," ungkapnya, Rabu (24/9).
Meskipun terlihat sebagai perubahan yang signifikan, posisi itu sebenarnya bukan hal yang benar-benar asing bagi Sudin.
Sebab pemain kelahiran Ternate ini mengaku pernah menjalani peran serupa saat masih berseragam Persita Tangerang.
"Menurut saya, sebagai pemain harus mengikuti instruksi pelatih. Jadi, jika ditempatkan di sana, saya harus bertanggung jawab," tuturnya.
Diketahui, Sudin akhir-akhir ini sering menjadi pemain andalan bagi PSIM Jogja.
Pemain kelahiran 12 Agustus 2000 silam ini telah dipercaya oleh Jean-Paul Van Gastel untuk menjadi tim utama.
Dalam beberapa laga terakhir, Sudin sendiri memang sangat berperan aktif di lini tengah dan depan PSIM Jogja.
Meski belum mencetak gol. Tapi pemain berpostur 168 m ini sering menjadi ancaman bagi pertahanan lawan.
"Mungkin saya akan lebih bekerja keras lagi," tegasnya.
Sudin menambahkan walaupun di saat ini di PSIM Jogja telah mendapatkan peran baru.
Tapi ia tetap siap menjalankan tugas baru itu dengan penuh tanggung jawab. (ayu)
Editor : Bahana.