JOGJA - PSIM Jogja gagal memetik hasil maksimal saat menjamu Borneo FC di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Minggu (14/9). Bermain di hadapan sekitar 8.100 pendukungnya sendiri, Laskar Mataram harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor akhir 1-3.
Laga pekan kelima BRI Super League 2025/2026 itu berlangsung sengit. Kedua tim sama-sama datang tanpa catatan kekalahan sebelumnya, sehingga pertandingan itu menjadi ajang pembuktian bagi pelatih asing masing-masing, Jean Paul van Gastel di kubu PSIM dan Fabio Lefundes di Borneo.
Pertandingan berjalan dalam tempo tinggi dengan jual beli serangan sejak awal. Borneo FC unggul lebih dulu pada menit ke-27 lewat sepakan keras M. Sihran dari luar kotak penalti yang tak mampu dihentikan kiper PSIM Cahya Supriadi. Skor 0-1 bertahan hingga jeda babak pertama.
Memasuki babak kedua, PSIM mencoba lebih menekan dan memburu gol penyama kedudukan. Namun upaya mereka justru berbalik menjadi petaka. Lewat serangan balik cepat, Juan Felipe Villa berhasil lolos dari jebakan offside dan memperlebar keunggulan Borneo pada menit ke-50.
Di menit ke-85, Maicon De Souza kembali menambah gol untuk Pesut Etam. Hanya satu menit berselang, PSIM memperkecil ketertinggalan lewat gol Anton Fase lewat tendangan keras kaki kirinya. Skor 1-3 bertahan hingga wasit Pipin Indra Pratama meniup peluit panjang.
Secara statistik, PSIM melepaskan 10 tembakan dengan 4 di antaranya tepat sasaran. Sementara Borneo mencatat 8 percobaan dan sama-sama 4 yang mengarah ke gawang.
Setelah pertandingan, Pelatih PSIM Jean Paul van Gastel mengakui kekalahan ini terasa berat. Meski ia menilai anak asuhnya tampil cukup seimbang di babak pertama.
"Borneo bermain bagus dan efektif hari ini, walaupun babak pertama cukup seimbang. Transisi dan penyelesaian akhir mereka sangat bagus," ujarnya.
Ia menambahkan, salah satu pelajaran berharga yang didapatnya dari pertandingan ini adalah para pemain PSIM harus lebih pintar dalam pengambilan keputusan di momen penting.
"Kalah itu bagian dari pertandingan, walau saya sangat tidak suka kalah. Kami belajar dari Borneo soal bagaimana efektif mengeksekusi peluang. Perjalanan masih panjang dan kami akan bermain lebih baik lagi," jelasnya.
Sementara itu, Anton Fase yang mencetak gol perdana untuk PSIM merasa senang sekaligus kecewa di saat yang bersamaan. "Ini gol pertama saya. Senang bisa cetak gol, tapi saya tidak suka kalah. Secara umum tim bermain cukup bagus, tapi memang belum bisa dapat hasil yang kami inginkan," bebernya.
Ke depan Anton berkomitmen untuk terus meningkatkan performa dan kualitasnya, ia menuturkan para pemain akan berupaya maksimal di laga-laga selanjutnya. "Kami akan memperbaiki kekompakan dan performa ke depannya," kata pemain berdarah Belanda itu.
Di kubu lawan, Pelatih Borneo FC Fabio Lefundes menegaskan, kemenangan ini tak lepas dari disiplin anak asuhnya dalam menjalankan strategi. "Kunci kemenangan ini bagaimana pemain bisa menerapkan skema yang saya mau. Saya bahagia bisa bawa tiga poin ke Samarinda," ungkapnya.
Lefundes juga menyoroti perkembangan positif timnya yang musim ini dihuni banyak pemain muda dan sejumlah pemain asing baru. "Kami masih belum terkalahkan. Ini start yang bagus. Saya bersyukur pada Tuhan dan berterima kasih ke para pemain yang sudah menunjukkan konsistensi dan komitmen," tambahnya.
Selanjutnya, Juan Felipe Villa, yang mencetak gol kedua sekaligus dinobatkan sebagai man of the match (MOTM) memilih merendah. "Bagi saya tidak terlalu penting MOTM, karena itu hasil kerja keras dari seluruh pemain. Tapi tentu saya senang dengan kemenangan ini," ucapnya.
Dengan hasil ini, PSIM harus menelan kekalahan perdana, sementara Borneo FC semakin mengokohkan diri di papan atas klasemen dengan catatan belum terkalahkan hingga pekan kelima. (iza/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita