JOGJA - Pada momentum bersejarah, yakni hari ulang tahun (HUT) ke-96 PSIM Jogja, salah satu basis suporter Laskar Mataram, Brajamusti mengeluarkan imbauan khusus. Ditujukan kepada seluruh anggota dan laskar. Dalam HUT tahun ini, Brajamusti ingin merayakan hari bahagia tersebut dengan cara yang penuh kesadaran dan kedamaian.
Melalui surat resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Brajamusti, Presiden Brajamusti Muslich Burhanudin mengajak seluruh suporter untuk tidak mengadakan perayaan di Tugu Pal Putih Jogja maupun di titik-titik strategis Kota Jogja lainnya. Langkah ini diambil bukan hanya demi menjaga ketertiban dan kondusivitas Kota Jogja.
Baca Juga: Gotong Royong Masyarakat dan Driver Ojol : Perbaiki Halte Transjakarta Yang Rusak Akibat Demo
Tetapi juga sebagai bentuk penghormatan kepada seluruh keluarga para korban pejuang aspirasi yang meninggal maupun luka-luka saat menyampaikan aspirasi di berbagai wilayah di Indonesia. Ditambah lagi ada salah satu korban jiwa di DIJ.
"Kami semua turut berbelasungkawa dan mendoakan agar teman-teman yang meninggal dunia diterima di sisi-Nya, serta semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi masa sulit ini," ujarnya kepada para wartawan, Rabu (3/9).
Menurut pria yang akrab disapa Thole ini, momen HUT PSIM Jogja tahun ini juga bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Sehingga hal tersebut menjadi pengingat pentingnya nilai-nilai kedamaian dan kebersamaan.
Baca Juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi WNI, Siap Menjadi Amunisi Baru Timnas Indonesia
Oleh karena itu, Brajamusti mengajak para anggotanya untuk menyalurkan rasa syukur dan kebahagiaan melalui kegiatan-kegiatan yang positif dan bermakna, seperti doa bersama di basecamp masing-masing atau melaksanakan bakti sosial yang dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
Thole menegaskan jika kegiatan seperti konvoi yang menuju titik-titik strategis dan berpotensi mengganggu ketertiban umum. Maka hal itu sebaiknya dihindari demi menjaga suasana yang harmonis dan aman di wilayah Jogja dan sekitarnya. Dengan suasana yang teduh dan penuh makna, Brajamusti berharap perayaan HUT ke-96 PSIM Jogja ini dapat menjadi momentum pembaharuan semangat dan kebersamaan, tidak hanya bagi para pemain dan suporter, tapi juga untuk seluruh masyarakat Jogja.
"Perayaan tidak selalu harus ramai dengan konvoi atau keramaian. Kadang, dengan doa dan tindakan nyata yang membawa manfaat bagi sesama, kami sudah merayakan dengan cara terbaik," tegasnya.
Baca Juga: Tiga Karangan Bunga, Tiga Pesan Haru Denise Chariesta untuk Uya Kuya
Tak hanya itu, Thole juga sangat berharap kepada segenap penggemar PSIM Jogja supaya benar-benar bisa bertindak positif dalam mendukung tim kesayangan. Mengingat saat ini PSIM Jogja sendiri masih memiliki 15 laga kandang yang perjalanannya turut pula dipengaruhi oleh tindak tanduk semua elemen pecintanya.
"Harapan kami, tidak ada kejadian yang bisa menghambat perijinan pertandingan di laga home berikutnya. Kompetisi masih sangat panjang, dan kita dukung PSIM secara positif," cetusnya.
Selain imbauan tersebut, Brajamusti juga menyampaikan doa dan harapan terbaik untuk PSIM yang telah menapaki perjalanan panjang selama 96 tahun. Dari masa-masa sulit saat tim berada di titik terendah hingga akhirnya mampu kembali meraih prestasi di kasta tertinggi sepakbola Indonesia.
"Musim ini adalah babak baru yang penuh harapan setelah 18 tahun berada di kasta kedua. Setiap pertandingan adalah kesempatan untuk menunjukkan kerja keras dan kekompakan kalian sebagai sebuah keluarga," lontar Thole.
Thole juga mengajak kepada seluruh pemain PSIM Jogja untuk bermain dengan sepenuh hati. Sebab menurutnya ketika semangat dan dedikasi itu menyatu, tidak ada yang mustahil untuk diraih. Apalagi, Brajamusti dan masyarakat Kota Jogja akan selalu mendukung dan menjadi inspirasi bagi tim kesayangan mereka.
"Bersatulah sebagai satu keluarga besar, dan jadikan setiap langkah di lapangan sebagai perjalanan menuju kejayaan yang kita impikan bersama," tandasnya. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo