JOGJA - Kebuntuan masih terjadi di lini depan PSIM Jogja dalam tiga laga yang sudah dijalani di BRI Super League 2025/2026. Striker asing Nermin Haljeta belum mencatatkan satu pun gol atau assist (G/A).
Kendati demikian, kinerja dan kontribusi pemain berpostur 195 cm itu tetap diapresiasi Pelatih PSIM Jean Paul van Gastel. Pelatih asal Belanda ini menuturkan, mencetak gol tentu menjadi sebuah hal yang penting dan perlu dilakukan oleh seorang striker. Namun itu bukan jadi satu-satunya alasan atau penilaian terhadap kualitas yang dimiliki sang striker.
"Dia (Nermin) memang belum mencetak gol, tapi energinya sangat dibutuhkan dan berkontribusi untuk tim kami," katanya kemarin (26/8).
Disebutkan, dalam sesi latihan PSIM sendiri, finishing atau penyelesaian akhir jadi salah satu variabel yang memang dilatih secara khusus, dan dilakukan secara berulang.
"Semoga Nermin bisa segera menyesuaikan dan berkontribusi untuk membuat assist dan gol di laga-laga selanjutnya," harapnya.
Namun sejauh ini, secara garis besar Van Gastel mengaku cukup puas dengan penampilan dan kontribusi Nermin bagi tim PSIM. Disebutkan, beberapa variabel yang disukai adalah postur tubuh Nermin yang tinggi membantu dia untuk bisa menahan bola, hingga melakukan dan memenangi duel-duel udara.
Di samping itu, Nermin juga rajin untuk naik turun membantu PSIM saat diserang tim-tim lawan. "Secara pribadi saya cukup puas dengan penampilannya. Saya akan menunggu dia untuk mencetak gol," tutur mantan pelatih NAC Breda itu.
Secara statistik, dalam tiga laga bersama PSIM sejauh ini, Nermin Haljeta selau dimainkan sejak menit pertama, dan bermain penuh 90 menit. Pada laga kedua, pergerakan Nermin berkontribusi bagi tim PSIM, di mana ia akhirnya dilanggar oleh bek Arema dan membuat Arema harus bermain dengan 10 pemain.
Sementara di laga melawan Persib Bandung, pergerakan Nermin di dalam kotak penalti cukup merepotkan bek Persib, dan akhirnya membuat PSIM mendapatkan satu buah penalti. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun