SURABAYA – Datang dengan status tak diunggulkan, PSIM Jogja mengawali BRI Super League musim 2025/2026 dengan wangun. Yaitu membawa pulang tiga poin dari kandang Persebaya Surabaya, Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat (8/8).
Gol tunggal Ezequiel ‘Pulga’Vidal menjadi pembeda. Memanfaatkan umpan Dede Sapari, tandukan Vidal pada menit ke-90+1 tak mampu dibendung Ernando Ari Sutaryadi, kiper Persebaya.
Keraguan atas performa selama laga pramusim hingga status pendatang dari Liga 2 dipupuskan tim asuhan Jean Paul van Gastel. Punggawa Laskar Mataram berani meladeni permainan terbuka tuan rumah. Puncaknya di 10 menit terakhir babak kedua. Ze Valente dan kawan-kawan justru memborbardir pertahanan Bajul Ijo.
Usai pertandingan, van Gastel, mengaku sangat puas dengan performa yang ditunjukkan oleh anak asuhnya. "Ini menjadi standar untuk kami agar bisa terus bermain seperti ini di laga-laga berikutnya," katanya dalam sesi konferensi pers setelah pertandingan.
Mantan asisten pelatih Fenerbache itu pun kembali mengapresiasi atmosfer pertandingan di Stadion GBT. "Atmosfer, intensitas, dan ritme permainan kali ini sangat berbeda dibandingkan saat pramusim," ujarnya.
Meneer Belanda itu menjelaskan, selama pramusim tim PSIM lebih banyak berfokus pada rotasi pemain, peningkatan performa, serta pematangan strategi secara menyeluruh.
Tapi di laga perdana di BRI Super League, tim yang lahir 5 September 1929 itu melakukan transisi bertahan dan menyerang dengan baik. “Gol menit akhir itu sangat penting untuk meningkatkan mentalitas pemain menghadapi pertandingan selanjutnya," tuturnya. (iza/pra)
Editor : Heru Pratomo