Kiper yang baru berusia 22 tahun tersebut, sudah resmi datang dan ikut latihan bersama tim, setelah sebelumnya fokus membela timnas Indonesia U-23.
Cahya sendiri sudah mengikuti latihan di Mandala Krida sejak Kamis (31/7).
Dalam keterangannya, Cahya mengungkapkan bahwa kedatangannya di kota istimewa turut disambut dengan hangat dan menyenangkan oleh seluruh tim.
"Saya merasa disambut dengan hangat oleh pelatih, teman-teman, dan official lainnya," katanya, Jumat (1/8).
Kiper yang sebelumnya bermain untuk FC Bekasi tersebut mengungkapkan, bahwa ia berkomitmen untuk bisa segera beradaptasi dengan cepat.
Baik dengan rekan setim, dan juga dengan skema permainan yang diarahkan pelatih Jean Paul van Gastel.
"Ini pelabuhan baru saya, dan saya juga harus beradaptasi dengan cepat. Alhmdulillah teman-teman membantu saya untuk beradaptasi dengan baik," paparnya.
Lebih lanjut, ia juga merasa termotivasi, sehingga bisa berkontribusi pada PSIM.
Apalagi ia membawa bekal ilmu dan pengalaman yang didapat dari timnas Indonesia.
"Saya merasa termotivasi, dan datangnya saya ke sini untuk membawa tim lebih baik lagi. Semoga kami bisa memberi yang terbaik di BRI Super League nanti," harapnya.
Mengomentari soal pelatih kepala PSIM yang berasal dari Belanda, Cahya sendiri menilai hal tersebut sebagai sebuah hal yang positif.
Mengingat, pelatihnya di timnas Indonesia U-23, yakni Gerald Vanenburg juga berasal dari Belanda.
Secara garis besar, ia berharap bahwa skema atau filosofi yang akan dimainkan keduanya tidak terlalu jauh berbeda.
"PSIM dan timnas sesama pelatih yang berasal dari Belanda, mungkin filosofi permainannya sama, dan harapannya saya bisa menerapkan skema yang diberi pelatih," pungkasnya. (iza)
Editor : Bahana.