Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

PSIM Jogja Baru Comeback ke BRI Super League, Ini Target Realistis Berdasarkan PSIM Stats

Rizky Wahyu Arya Hutama • Kamis, 31 Juli 2025 | 03:45 WIB
Para pemain PSIM Jogjakarta saat bertanding melawan PSIS Semarang di stadion Mandala Krida Selasa (29/7) sore.
Para pemain PSIM Jogjakarta saat bertanding melawan PSIS Semarang di stadion Mandala Krida Selasa (29/7) sore.

 

JOGJA - PSIM Jogja diprediksi bakal melakoni musim yang sangat berat di kompetisi Super League 2025/2026 mendatang. Prediksi tersebut dilontarkan oleh PSIM Stats, komunitas suporter Laskar Mataram yang bergerak di bidang statistik.

 

Personel PSIM Stats, Dhimas Deworo menjelaskan berdasar perhitungannya, target realistis bagi Laskar Mataram di musim 2025/2026 ini adalah selamat dari degradasi.

Sebab menurutnya, secara konsensus umum, dibutuhkan setidaknya 40 poin dari 34 pertandingan untuk memastikan tim kebanggaan masyarakat Kota Jogja itu agar tetap bisa bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Selain itu, Dhimas pun juga menakar, dari hitung-hitungan lawan yang dihadapi, baik di laga kandang, maupun tandang. Klub yang berdiri sejak tahun 1929 silam itu setidaknya berpeluang untuk mengamankan 42 poin. Raihan tersebut diperoleh dari hasil 12 kali menang, 6 kali seri dan 16 kekalahan dari seluruh pertandingan yang dilakoni di Super League musim 2025/2026.

 

"Merujuk klasmen Liga 1 musim lalu. Kalau target 42 poin itu terealisasi, PSIM aman dari degradasi. Sehingga, 42 poin itu estimasi poin yang harus didapat untuk bertahan. Apakah target 42 poin itu realistis? Tentunya masih perlu di-challenge lagi," katanya, Rabu (30/7).

 

Selain itu, PSIM Stats pun juga telah membedah peta kekuatan calon pesaing skuad asuhan Jean-Paul van Gastel, serta membaginya dalam tiga level. Sebagai contoh, pada level pertama berisi deretan klub unggulan, seperti Persib Bandung, Dewa United, Bali United, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, dan Borneo FC.

Dari total 14 laga home dan away menghadapi tujuh klub itu, estimasi PSIM Jogja untuk mendapat delapan poin saja. Itu hasil dari dua kali menang, dua kali seri, dan sepuluh kali kalah.

 

Sementara, menghadapi tim level dua seperti PSM Makasar, Arema Malang, Persis Solo, Persik Kediri, Bhayangkara FC, dan Persita Tangerang, PSIM berpeluang mengamankan 15 poin. Torehan tersebut diperoleh dari hasil empat kali menang, tiga kali seri, dan lima kali kalah dalam 12 pertandingan menghadapi ketujuh klub level dua.

 

"Tim yang masuk di level dua ini punya kekuatan yang cenderung sedang. Cukup realistis PSIM bisa meraih 15 poin di situ," jelas Dhimas. 

Meski begitu, Dhimas pun menegaskan jika peluang Savio Sheva dan kawan-kawan untuk meraup pundi-pundi poin pun terbuka lebih lebar ketika menghadapi deretan klub di level ketiga. Selaras peta kekuatan yang dibedah PSIM Stats, kategori paling buncit itu dihuni PSBS Biak, Persijap Jepara, Semen Padang, dan Madura United.

 

"Estimasinya PSIM bisa dapat 19 poin dari sana. Total delapan match kandang dan tandang, harusnya cuma sekali kalah, lalu enam kali menang, dan satu kali seri," ujarnya. 

 

Lebih jauh, Dhimas pun mengungkapkan jika skuad tim Laskar Mataram musim ini sebetulnya tidak terlampau berpengalaman di kompetisi kasta tertinggi tanah air. Berstatus klub yang baru promosi, dari 26 pemain yang direkrut PSIM, hanya 14 saja yang mempunyai jam terbang di liga teratas, baik musim lalu, atau sebelumnya.

Yakni, Cahya Supriadi (4 caps), Harlan Suandi (1), Andy Setyo (126), Reva Adi (169), Dede Sapari (10), Raka Cahyana (11), Fahreza Sudin (86), Ze Valente (86), M. Iqbal (41), Ezequiel Vidal (60), Kasim Botan (95), Riyanto Abiyoso (113), Andi Irfan (54), dan Nermin Haljeta (29).

 

"Kemudian, ada 10 pemain yang bermain di Liga 1 musim lalu, dengan total 1.224 menit. Rata-rata setiap pemain memainkan 50,4 menit per pertandingan," bebernya. 

 

Sebagai informasi, PSIM sendiri bakal melakoni laga perdananya di Super League 2025/2026 dengan bertandang ke markas Persebaya Surabaya, pada 8 Agustus 2025. Laga tersebut bakal menjadi ujian perdana bagi anak-anak Jogja di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. (ayu).

Editor : Heru Pratomo
#PSIM #BRI Super League #PSIM Jogja