JOGJA - PSIM Jogja secara resmi telah launching tim, jersey, dan sponsor untuk mengarungi kompetisi BRI Super League musim 2025/2026. Agenda peluncuran sendiri berlangsung di Stadion Mandala Krida Jogja, Selasa malam (29/7). Acara berlangsung meriah dihadiri ribuan suporter.
Dalam kesempatan ini, PSIM menampilkan total enam jersey yang dikenakan oleh perwakilan Dimas Diajeng Kota Jogja. Secara umum, rincian enam jersey itu adalah tiga jersey untuk pemain dan tiga jersey untuk penjaga gawang.
Jersey utama masih dominan warna biru, yang mencirikan warna khas Laskar Mataram. Sementara jersey kedua serta ketiga bernuansa putih dan juga abu-abu.
Direktur Utama PSIM Yuliana Tasno menjelaskan ada unsur lokalitas budaya yang diusung dan diimplementasikan dalam motif jersey. Di mana PSIM mengadopsi relief yang terdapat di makam raja-raja Mataram Kotagede.
"Filosofi motifnya mengacu pada relief atau gambar yang ada di makam Kotagede. Ada di bagian pintu makam, dan dijadikan inspirasi dalam pengimplementasian di jersey," katanya sesaat setelah launching Selasa malam (29/7).
Ia mengungkapkan, dalam proses kreatifnya sebisa mungkin ingin menyisipkan unsur budaya atau seni, yang berkaitan dengan lokalitas Jogjakarta. "Saya selalu menekankan pada tim kreatif PSIM, ketika menciptakan sesuatu harus membawa citra lokalitas seni atau budaya Jogja, termasuk di jersey PSIM terbaru ini," ujarnya.
Sementara, dari aspek kualitas bahan, ia menuturkan ada eskalasi atau peningkatan dibandingkan jersey tahun lalu. Sekalipun apparel yang memproduksi masih sama, yakni Apex.
Dalam prosesnya, ia berujar sampel jersey juga sudah diujicobakan secara berkala pada pemain. Hal itu untuk mendapatkan masukkan dari pemain, terkait kenyamanan bahan, hingga cutting atau potongan jersey.
"Sebelum produksi sudah ada sampel kepada pemain, untuk melihat respons mereka soal kenyamanannya. Secara garis besar, respons para pemain cukup bagus dan mereka sudah oke," terangnya.
Selanjutnya dari komposisi pemain yang diresmikan, Radar Jogja memantau setidaknya ada 26 pemain yang dimiliki PSIM saat ini. Dari 26 itu, hadir 25 pemain. Satu pemain yang absen adalah kiper Cahya Supriadi yang saat ini masih membela Timnas Indonesia U-23.
Terkait sponsor yang akan terpampang di jersey PSIM meliputi Adem Sari, Rexona, Taro, Le Minerale, Plossa, dan Soffel. Di samping itu ada Apex yang merupakan apparel produsen jersey, dan RS Bethesda selaku kolaborator di bidang medis dan kesehatan tim.
Saat dikonfirmasi soal kemungkinan penambahan sponsor, Liana mengaku masih membuka pintu selebar-lebarnya, kendati liga sudah dimulai nanti. "Bisa dan mungkin saja untuk menambah, karena juga masih ada space di depan dan bagian belakang jersey," tandasnya.
Launching tim, jersey dan sponsor ini disambut antusiasme suporter. Sejak siang ribuan suporter memadati tribun. Bertajuk Spirit of Mataram: Sak Sukmamu, Sak Jiwamu, momen ini menjadi simbol awal langkah PSIM kembali berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Suasana sekitar stadion sudah dipenuhi atribut biru dan hitam khas Brajamusti dan The Maident. Bendera, syal, hingga chant kebanggaan bergema sepanjang pertandingan, menciptakan atmosfer meriah penuh harap. Bagi para suporter, kehadiran di-launching tim bukan sekadar melihat perkenalan skuad baru, tetapi juga bentuk nyata kesetiaan mereka mendukung PSIM.
Salah seorang penonton yang tergabung dalam kelompok Brajamusti Restu Andika menyebut, momen ini sebagai salah satu yang paling ditunggu setiap musim. "Ini jadi titik awal kita menyatukan semangat. Harapannya stadion penuh, semua Brajamusti dan The Maident datang, dan PSIM bisa tampil lebih ngotot musim ini," ujarnya kepada Radar Jogja.
Secara pribadi, ia juga mengaku sudah menyiapkan diri membeli jersey baru sebagai wujud dukungan langsung kepada tim. "Udah siap beli jersey-nya. Rencananya mau beli buat anak juga," sebutnya.
Sementara itu, penuturan lain datang dari Rino Pratama, salah satu bagian dari The Maident. Ia menilai acara launching tim juga bukan hanya soal seremonial, melainkan momentum memperkuat solidaritas suporter.
"Buat kami ini penting, agar rasa memiliki tetap terjaga. Semoga PSIM makin kompak dan musim ini bisa bersaing di Super League," kata Rino.
Rangkaian acara dimulai sejak pukul 14.00, dilanjutkan pertandingan uji coba melawan PSIS Semarang pada pukul 15.30 dan ditutup sesi perkenalan skuad serta jersey baru sekitar pukul 18.30. Banyak suporter mengaku rela datang lebih awal demi mendapatkan tempat terbaik di tribun, sambil tak henti menyanyikan lagu kebanggaan mereka.
Bagi Brajamusti, The Maident, maupun ribuan pendukung lainnya, Spirit of Mataram bukan sekadar tema, melainkan semangat yang siap mereka bawa sepanjang musim: mendukung tanpa syarat, di kandang maupun tandang, demi mengawal PSIM Jogja kembali ke jalur prestasi. (iza/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita