Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

PSIM Jogja Menang di Laga Perkenalan Tim Lawan PSIS, van Gastel: Harusnya Bisa Cetak Lebih Banyak Gol

Fahmi Fahriza • Rabu, 30 Juli 2025 | 01:31 WIB

 

Sesi konferensi pers setelah pertandingan persahabatan antara PSIM Jogjakarta melawan PSIS Semarang Selasa (29/7).
Sesi konferensi pers setelah pertandingan persahabatan antara PSIM Jogjakarta melawan PSIS Semarang Selasa (29/7).
 

JOGJA - PSIM Jogja berhasil menumbangkan perlawanan tamunya, yakni PSIS Semarang dengan skor 1-0 dalam laga persahabatan, yang dilakukan bersamaan dengan launching tim dan jersey Laskar Mataram, di Stadion Mandala Krida Jogjakarta.

Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel menyebut, secara garis besar mengapresiasi penampilan anak asuhnya. Namun dia juga mencatatkan beberapa evaluasi dalam pertandingan tersebut.

"Babak pertama intensitas permainan lebih rendah, dan kami kehilangan banyak penguasaan bola," katanya dalam sesi konferensi pers setelah pertandingan, Selasa (29/7).

Saat jeda turun minum, ia mengakui bahwa ada perubahan strategi yang dilakukan. Termasuk meningkatkan tempo dan intensitas permainan, hingga melakukan beberapa rotasi pemain.

"Kami tingkatkan itu dan cetak 1 gol di babak kedua, bagi saya tadi harusnya lebih banyak gol yang tercipta," ungkapnya.

Terkait Rafinha yang berhasil mencetak satu-satunya gol, dan bermain dari bangku cadangan. van Gastel mengakui bahwa hal tersebut murni karena strategi, walaupun dalam implementasinya di kompetisi BRI Super League mendatang, komposisi pemain masih fleksibel bisa terjadi rotasi.

"Soal Rafinha yang masuk babak kedua, alasannya tergantung situasi lapangan dan lawan yang dihadapi, nantinya bisa terjadi siapapun di rotasi," tuturnya.

Sementara itu, salah satu pemain bertahan PSIM Jogja yang turut serta dalam konferensi pers Reva Adi Utama menuturkan, bahwa ada banyak evaluasi penting dari hasil pertandingan melawan Mahesa Jenar tersebut.

"Ada banyak evaluasi ke depan. Termasuk intensitas, babak pertama intensitas kita rendah, kita ubah intensitas dan akhirnya situasi permainan juga berubah," papar Reva yang didapuk menjadi kapten dalam pertandingan tersebut.

Sementara itu, pelatih PSIS Semarang Kahudi Wahyu Widodo menyampaikan, bahwa fokus utamanya dalam pertandingan tersebut adalah melakukan rotasi pemain secara merata. Tercatat, ada 13 pergantian pemain yang dilakukan oleh Kahudi.

"Saya mau membangun tim dengan kemampuan yang merata, berharap semua bisa dilihat kemampuannya, dan agar ada keyakinan pada pemain juga," terangnya.

Di samping itu, Kahudi juga mengapresiasi penampilan PSIM, menurutnya Laksar Mataram memang layak untuk berkompetisi di Liga 1.

"Levelnya beda, PSIM di Liga 1, dan kami di Liga 2. Namun saya apresiasi pemain saya karena bisa memberi perlawanan," bebernya. (iza)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Stadion Mandala Krida #evaluasi #permainan #launching #tim #jersey #BRI Super League #laga persahabatan #Laskar Mataram #Jean Paul van Gastel #Kahudi Wahyu Widodo #psis semarang #gol #PSIM Jogja