JOGJA - PT. Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi telah menerapkan aturan baru soal kuota asing di kompetisi Liga Super League. Dalam putusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT LIB, kini setiap klub diperbolehkan untuk memiliki maksimal 11 pemain asing, dengan delapan di antaranya bisa masuk dalam Daftar Susunan Pemain (DSP) dan bermain secara bersamaan di lapangan.
Pihak, PT. LIB menyatakan jika aturan pemain asing ini hadir dengan kesepakatan bersama. Tujuannya untuk membuat sepakbola Indonesia bisa bersaing di kancah Asia.
Menanggapi hal tersebut Pelatih kepala PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel dengan tegas menyatakan jika timnya tidak akan memaksimalkan 11 kouta pemain asing tersebut. Karena menurutnya untuk saat ini tim yang berjuluk Laskar Mataram ini belum mempunyai cukup dana untuk memenuhi 11 pemain asing itu.
"Jadi karena PSIM tidak ada budget," tuturnya, Rabu (9/7).
Selain tidak memiliki cukup dana, alasan lain PSIM Jogja tidak akan memaksimalkan kouta 11 pemain asing itu karena bagi Van Gastel peraturan untuk mendatangkan 11 pemain asing itu hanya berlaku untuk tim yang berlaga di Asia atau Liga Champion Asia.
"Itu adalah keuntungan mereka bagi mereka yang berlaga di Asia dan punya banyak budget untuk menyiapkan 11 orang pemain asing," katanya.
Diketahui saat ini PSIM Jogja sendiri sudah mempunyai tujuh pemain asing untuk mengarungi kompetisi Liga Super League musim 2025/2026 nanti. Artinya jika ingin memaksimalkan kouta 11 pemain asing itu, tim kebanggaan masyarakat Kota Jogja ini masih menyisakan tiga slot pemain lagi yang bisa didatangkan.
Tujuh pemain asing PSIM Jogja tersebut adalah, Rafael De Sa Rodrigues atau yang akrab disapa Rafinha, Yusaku Yamadera, Rahmatsho Rahmatzoda, Ze Valente, Deri Corfe, Nermin Haljeta, dan Franco Gaston Ramos. Satu pemain lagi Ezequiel Vidal yang belum resmi diumumkan tapi sudah mengikuti sesi latihan rutin bersama tim Laskar Mataram. (ayu).
Editor : Heru Pratomo