JOGJA - Gubernur DIJ Hamengku Buwono X memberikan solusi terkait kandang PSIM Jogja di Liga 1 musim depan. Yaitu berbagi dengan PSS Sleman di Maguwoharjo International Stadium (MagIS).
“Wong dari Jakarta basecamp di Jogja enggak apa apa," kata HB X usai bertemu dengan manajemen tim PSIM Jogja di Bangsal Kepatihan, Jogja, Selasa (10/6).
Menurut HB X, PSIM Jogja bisa berbagi dengan PSS Sleman untuk memanfaatkan MagIS. Karena standar Liga 1, yang mensyaratkan stadion bertaraf internasional dan punya standar FIFA, di DIJ hanya MagIS.
Jika itu terjadi akan mengulangi momentum lebih dari 20 tahun lalu. Saat PSS bermain di Divisi Utama musim 2003/2004 menggunakan Stadion Mandala Krida. Karena Stadion Tridadi, Sleman dianggap tak layak.
HB X juga tidak mempermasalahkan jika pada kompetisi mendatang PSIM berbagai kandang dengan PSS. Dia menyebut tidak ada masalah homebase bersamaan. “Jangan mecah-mecah stadion punya satu-satu itu punya Kota (Jogja) itu punya Sleman. Terus maintenance kepiye kalau tidak disewakan," bebernya.
Apalagi MagIS baru selesai proses perbaikan yang dibiayai dari APBN melalui Kementerian PU. “Sehingga bagaimana basecamp Sleman itu bisa digunakan, Karena kan stadion tidak berlaku masing-masing kabupaten. Yang penting disewa," katanya.
Raja Keraton Jogja itu menambahkan, Stadion Mandala Krida, yang identik dengan Laskar Mataram saat ini belum memungkinkan untuk bisa dipakai. Termasuk untuk dilakukan perbaikan bersamaan dengan MagIS saat itu. Karena masih terkendala masalah hukum.
"Menyangkut pidana waktu itu (Mandala Krida), sehingga tertunda direhab baru bisa Sleman. Ya udah di situ (MagIS) saja dulu," tegasnya.
Terkait dengan fasilitas lain, seperti tempat latihan ayah lima puteri itu juga mendorong manajemen PSIM bisa memanfaatkan Stadion Kridosono. Meski diakuinya perlu dilakukan perbaikan. Hal itu juga karena Lapangan Kenari, yang sering dipakai PSIM berlatih, sudah beralih fungsi dibangun gedung DPRD DIJ.
Sementara Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno mengaku sangat senang karena manajemen Laskar Mataram sangat disambut dengan baik oleh HB X. Ke depan, lanjut dia, manajemen akan terus berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah setempat.
"Yang paling utama adalah soal venue, kemudian Stadion Mandala Krida, juga training ground. Itu semua kami bahas bersama gubernur," ujarnya.
Tak hanya itu saja, ke depan Liana sapaan akrabnya, juga akan terus berkoordinasi dengan Pemkot Jogja.
Sebab sebagai pimpinan dari PSIM Jogja Liana mempunyai mimpi untuk bisa membawa tim Laskar Mataram menjadi bagian dari destinasi pariwisata nasional, bahkan mendunia.
"Tadi, pesan dari Ngarsa Dalem juga jelas, kami harus terus semangat, terus mengelola klub ini dengan baik, cermat, dan teliti. Mulai dari perencanaan sampai implementasinya," tandasnya. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo