SLEMAN - Keterpurukan PSS Sleman masih menyisakan kekecewaan yang mendalam bagi seluruh elemen.
Tak hanya para manajemen dan pemain, masyarakat serta para klub anggota sepak bola Sleman yang tergabung dalam naungan Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Sleman pun juga turut prihatin.
Sebab mereka masih tidak rela karea tim kebanggaan masyarakat Sleman harus terdegradasi ke kompetisi Liga 2 mendatang.
Ketua Askab PSSI Sleman Wahyudi Kurniawan mengatakan, melihat situasi saat ini, Askab PSSI Sleman, sebagai perpanjangan tangan PSSI di tingkat kabupaten, tidak ingin tinggal diam melihat kondisi ini.
Sebab menurutnya ada beberapa aspek yang dinilai menjadi penyebab utama kegagalan PSS Sleman di kompetisi Liga 1 musim 2024/2025 ini.
Sehingga pihak Askab PSSI Sleman mendesak manajemen tim berjuluk Super Elang Jawa ini agar segera melakukan evaluasi menyeluruh.
"Kemarin diberi kepercayaan untuk mengelola sama perusahaan ya manajemen yang ada di situ harus mengevaluasi," jelasnya, Selasa (27/5).
Bukan tanpa alasan Wahyudi mengatakan hal tersebut, sebab menurutnya evaluasi ini penting harus dilakukan.
Mengingat manajemen sudah diberi investasi yang besar oleh perusahaan dan itu tetap harus dipertanggungjawabkan.
"Jadi PT juga harus meminta pertanggungjawaban kepada manajemen yang ada di situ (PSS)," tegasnya.
Setelah 7 tahun berkompetisi di Liga 1, raihan musim ini merupakan hasil yang buruk karena harus terlempar dari kasta tertinggi Liga Indonesia.
Meski begitu, momentum ini juga bisa menjadi titik balik untuk manajemen agar melakukan pembenahan fundamental.
Dengan dukungan penuh dari Askab PSSI Sleman dan seluruh masyarakat Kabupaten Sleman, diharapkan tim Super Elja dapat segera bangkit dari keterpurukan dan kembali bersaing di level tertinggi sepak bola Indonesia dengan manajemen yang lebih solid dan berkarakter lokal.
"Harapannya ke depan manajemen yang diberi kewenangan oleh PT untuk menjalankan roda klub ini, ya benar-benar mempunyai kompetensi dan kapasitas. Serta harus tahu betul kultur di Kabupaten Sleman," lontarnya. (ayu).
Editor : Bahana.