Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Arrivederci, Setelah Tujuh Musim di Liga 1 PSS Sleman Terdegradasi ke Liga 2

Rizky Wahyu Arya Hutama • Minggu, 25 Mei 2025 | 04:12 WIB
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra memeluk Dominikus Dion
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra memeluk Dominikus Dion

 

SLEMAN - Arrivederci atau dalam bahasa Indonesia bisa diartikan sampai jumpa lagi. Ya, sampai jumpa lagi PSS Sleman di Liga 1. Setelah tujuh musim di kasta teratas Liga Indonesia, Super Elang Jawa harus terdegradasi.

Meski menyakitkan, tak sedikit pendukung PSS yang sudah pasrah tim kesayangannya kembali ke Liga 2. Bukan tanpa alasan. Sejak awal musim 2024/2025 ini, Super Elja silih berganti dirundung persoalan.

Dimulai dengan pengurangan tiga poin di awal musim karena kasus match fixing pada 2018 lalu.

Hal lainnya karena Laskar Sembada jadi tim musafir. Tak bisa berkandang di Maguwoharjo International Stadium (MagIS) yang renovasinya pun sempat molor. PSS pun berkandang di Stadion Manahan, Solo Stadion Sultan Agung, Bantul hingga Stadion Jatidiri, Semarang.

Persoalan pelatih pun jadi kendala lainnya. Penujukkan mantan striker Jepang di Piala Dunia 1998 kelahiran Brasil Wagner Lopes jadi tanda tanya. Belum lagi pemilihan pemain di awal musim yang seakan sekadarnya. Kedalaman skuda pun dipertanyakan.

Terbukti Wagner Lopes hanya bertahan dalam tujuh laga. Dengan hasil atu kemenangan, dua kali imbang, dan empat kali kalah. Posisinya digantikan pelatih asal Brasil Mazola Junior. Setali tiga uang, Mazola pun dipecat setelah PSS menelan lima kekalahan beruntun.

Penggantinya mantan direktur teknik timnas Indonesia dan eks pelatih Borneo FC Pieter Huistra. Meneer Belanda itu pun ditinggali pemain pas-pasan. Penyebabnya banyak yang degradasi. Hasilnya pun kurang memuaskan tercatat PSS kalah enam kali meski mencatatkan lima kemenangan.

PSS pun harus degradasi dari Liga 1. Ya, pada pekan ke-34 kompetisi Liga 1 musim 2024/2025 ini memang PSS Sleman berhasil mengalahkan Madura United dengan skor 3-0 di Stadion Bangkalan, Madura, Sabtu (24/5). Tapi kemenangan itu tidak berarti apa-apa setelah Semen Padang FC juga berhasil mengalahkan Arema FC dengan skor 2-0.

PSS Sleman yang sejak awal menggantungkan nasib dari Semen Padang FC akhirnya harus rela terdegradasi setelah tim Kabau Sirah itu menang. Hasil itu tentu tidak hanya menyisakan duka yang mendalam di kalangan PSS Fans. Namun hasil itu juga memicu gelombang amarah dan tuntutan tegas kepada manajemen Laskar Sembada.

"Manajemen harus ganti, karena PSS degradasi. Mereka harus bayar kesalahan dengan legawa mundur," tegas salah satu PSS Fans Jalan Kaliurang (Jakal) Bintang, Sabtu (24/5).

Bukan tanpa alasan Bintang mengatakan hal tersebut, sebab selain gagal membawa PSS Sleman tetap bertahan di Liga 1 pada musim depan, pria berusia 24 tahun ini juga menilai manajemen tidak becus mengelola tim dan tidak bisa membawa prestasi di musim 2024/2025 ini.

Sehingga pada akhirnya Laskar Sembada harus rela turun kasta pada musim depan. "Uang cukup dan suporter selalu ada, tapi gak bisa maksimal," cetusnya.

Baca Juga: Tarian Kibas Rambut Sambut Donald Trump di UEA: Tradisi Al-Ayyala yang Viral

Sepanjang musim 2024/2025, PSS Sleman memang dihadapkan pada serangkaian masalah yang sangat sulit. Mulai dari pengurangan tiga poin, melakukan pergantian pelatih selama tiga kali, selalu terseok-seok di papad bawah hingg akhirnya terdegradasi pada musim depan.

Selain itu, para suporter juga menyoroti proses perekrutan pemain. Bagi para suporter banyak nama yang datang dan pergi, namun kualitasnya dianggap tidak signifikan atau bahkan merugikan tim di musim 2024/2025 ini.

"PSS juga banyak membuang kemenangan di partai kandang. Itu yang membuat kami geram," cetusnya.

Meski begitu, secara pribadi Bintang mengaku tetap masih mencintai dan akan selalu mendukung PSS Sleman. Bintang sendiri juga sangat yakin jika ke depan Laskar Sembada bisa balik lagi untuk berkompetisi di Liga 1.


"Target satu musim harus bisa balik Liga 1. Tapi kami kecewa dengan manajemen yang target enam besar malah degradasi. Pokoknya manajemen harus ganti," bebernya. (ayu/pra)

 

 

Editor : Heru Pratomo
#wagner lopes #PSS Sleman #Mazola Junior #pieter huistra #terdegradasi #Liga 2 #Liga 1