JOGJA - Libur kompetisi merupakan momen yang sangat dinantikan bagi para pesepakbola untuk beristirahat dan berkumpul bersama keluarga.
Namun, bagi Sunni Hizbullah, bek tangguh milik PSIM Jogja musim 2024/2025, libur kompetisi justru menjadi ajang untuk menjaga kebugaran dan sentuhan bolanya.
Pemain asli Sleman ini memilih cara yang sedikit berbeda dari kebanyakan rekan seprofesinya, yakni aktif bermain di turnamen antar kampung, atau yang lazim disebut tarkam.
Sembari menanti panggilan resmi dari manajemen PSIM Jogja untuk persiapan menyongsong Liga 1 musim depan, Sunni tak ingin berleha-leha. Baginya, tarkam bukan sekadar pengisi waktu luang, melainkan sebuah sarana efektif untuk menjaga kondisi fisik dan insting bermainnya.
"Pertama ini untuk jaga kondisi aja, kalau lama tak main nanti feeling ball saya bisa hilang, jadi saya harus jaga itu," ungkapnya, Kamis (22/5).
Fenomena pemain profesional berlaga di tarkam memang bukan hal baru, namun belakangan semakin populer.
Selain Sunni Hizbullah, ada juga pemain profesional yang bermain di ajang tarkam tersebut, yakni Lucky Oktavianto yang juga merupakan rekan setim Sunni saat membela PSIM Jogja musim 2024/2025 lalu.
"Banyak ketemu pemain profesional juga, apalagi kemarin Liga 2 juga sudah selesai duluan. Ya untungnya ketemu pemain-pemain Liga," cetusnya.
Diakui oleh Sunni bahwa bermain tarkam itu selain untuk tetap menjaga kebugaran, tarkam juga menjadi sumber pemasukan tambahan bagi para pemain di masa jeda kompetisi.
Mengingat saat ini Sunni sendiri juga masih menunggu kepastian dari manajemen PSIM Jogja untuk bisa kembali membela tim Laskar Mataram di Liga 1 musim depan.
Baca Juga: Arsip PKK Jateng Jadi Memori Kolektif Bangsa, Pemprov Jateng Diganjar Pengawasan Kearsipan Terbaik
"Banyak yang ajak turnamen di luar Jogja juga. Yang ngajak sampai di lima hingga enam kota, tapi saya ambil tiga aja. Kemarin di Boyolali, Pekalongan, Cirebon. Itu belum selesai, di Pekalongan dan Boyolali," jelasnya.
Meskipun secara pribadi saat ini Sunni masih menikmati atmosfer tarkam, tapi fokus utama pemain berpostur 180 cm ini tetap tertuju pada musim depan bersama PSIM Jogja. Sehingga selain bermain tarkam, Sunni sendiri tetap menjaga kondisi fisik dengan berlatih setiap hari di rumah.
"Saya biasanya lari dan angkat beban serta latihan setiap hari minimal satu jam. Kadang pagi hari, kadang sore hari," bebernya. (ayu).
Editor : Heru Pratomo