SLEMAN - Pelatih Kepala PSS Sleman Pieter Huistra mengakui pertandingan melawan Persija Jakarta yang berakhir 2-1, adalah permainan yang sangat panjang. Timnya bisa memulai permainan bagus dan mencetak gol pertama.
"Ada di luar strategi Persija cetak gol. Kami memberikan kemudahan pemain untuk lebih coba istirahat dan berhenti," jelas Huistra usai pertandingan melawan Persija Jakarta di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Sabtu (17/5) malam.
Ia mengapresiasi anak asuhnya pada pertandingan kali ini. Sebab, menurutnya, pada laga kali ini para pemain bisa memberikan semua perjuangannya, sehingga seluruh pemain pun layak mendapatkan tiga poin di laga kali ini. "Masih ada banyak kesempatan ke depannya," lontarnya.
Ya, pada laga ini sempat berhenti di menit ke-78 karena kondisi di dalam lapangan tidak kondusif. Marcelo Cirino menjadi penyelamat PSS Sleman. Dari gol pemain asal Brasil di menit ke-90+10, Super Elja berhasil mengamankan tiga poin di laga kali ini.
Selain berhasil meraih tiga poin, atas kemenangan ini Laskar Sembada juga membuka peluang untuk tetap bertahan di Liga 1 musim depan. PSS juga naik ke peringkat ke posisi 16 klasemen sementara dengan mengantongi 31 poin dari 33 laga yang telah dimainkan.
Dua gol kemenangan PSS Sleman kali ini dicetak Gustavo Tocantins di menit ke-23 (penalti) dan Marcelo Cirino di menit ke-90+10. Sementara satu gol Macan Kemayoran dicetak oleh Pablo Andrade pada menit ke-25.
Meskipun demikian, posisi PSS saat ini masih terbilang belum aman. Sebab, Hokky Caraka dan kawan-kawan tetap masih menunggu hasil Semen Padang FC yang akan menjamu Persik Kediri, Minggu (18/5). Jika Semen Padang menang di laga nanti, PSS akan terdegradasi ke Liga 2 musim depan. (ayu/laz)
Editor : Heru Pratomo