SEMARANG - Pertandingan PSS Sleman menghadapi tuan rumah PSIS Semarang di Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat (9/5) sore nanti menjadi laga krusial kedua tim. Sebab, pertadingan di pekan ke-32 kompetisi Liga 1 musim 2024/2025 ini jadi laga hidup dan mati kedua tim yang sama-sama sedang berjuang keluar dari zona degradasi.
Seperti diketahui, baik Super Elja maupun Laskar Mahesa Jenar saat ini masih terpuruk di zona degradasi. Sehingga, kemenangan di laga ini sangat menentukan langkah mereka agar tetap bisa menjaga asanya bertahan di kompetisi Liga 1 musim depan.
Meski kemenangan nanti tidak cukup untuk keluar dari zona degradasi, karena kedua tim saat ini masih terpaut lima poin dari Barito Putera FC yang berada di posisi ke-16 klasemen sementara. Tapi setidaknya, kemenangan ini membuat salah satu tim bisa bernapas lebih lama. Mengingat pertandingan ini bisa dikatakan sebagai final baik PSS maupun PSIS di sisa kompetisi musim ini.
Caretaker pelatih PSS Sleman Ansyari Lubis mengatakan, saat ini timnya sudah melakukan persiapan dengan baik. Sebab, sang Pelatih Kepala Pieter Huistra pun juga sudah mengetahui jika laga melawan PSIS merupakan laga final bagi kedua tim.
"Artinya kami harus berjuang apa pun ceritanya. Semua pemain harus mengeluarkan segala kemampuannya. Yang paling pasti harus fokus dalam pertandingan ini," katanya Kamis (8/5).
Meski di laga kali ini Pieter Huistra tidak bisa mendampingi secara langsung anak asuhnya, Ansyari menyatakan jika hal itu bukanlah suatu masalah berarti. Sebab, sejauh ini tim pelatih PSS sering berkomunikasi untuk bisa memenangkan laga kali ini.
"Karena instruksi juga dari Coach Pieter ke kami sebagai asisten, itu juga selalu direct dan bisa kami lakukan," bebernya.
Selain itu, meski bisa dikatakan saat ini PSS lebih diuntungkan karena kondisi PSIS sedang tidak stabil, secara pribadi Ansyari tetap tidak mau meremehkan lawan. Sebab, menurutnya, ketika pemain hadir di lapangan dan bertanding mereka pasti punya motivasi yang sama.
"Jadi saya kira kami tidak mengambil keuntungan dari kondisi PSIS. Sementara kita juga harus berpikir dan berjuang. Karena harapan kita sama dengan PSIS untuk pertandingan besok. Kalau kita kalah, selesai," cetusnya.
Winger PSS Sleman Riko Simanjuntak mengungkapkan, saat ini ia dan rekan-rekannya sudah sangat siap untuk menghadapi PSIS Semarang. Mengingat saat ini para pemain telah mengetahui bagaimana situasi timnya.
Baca Juga: Harga Bahan Pokok di Sejumlah Pasar di Bantul Mulai Turun, Panen Raya Jadi Faktor Penentu
"Saya rasa teman-teman juga setuju ini bukan hanya tentang menyelamatkan PSS Sleman. Tapi ini juga tentang menyelamatkan karier kami juga," lontarnya.
Maka dari itu, sebagai perwakilan dari pemain Riko berjanji di laga melawan PSIS kali ini para pemain Super Elja akan bermain mati-matian. Para pemain juga sudah berjanji akan memberikan kemampuan dan hidupnya di laga kali ini.
Sementara Caretaker pelatih PSIS Semarang Muhammad Ridwan juga menyatakan jika saat ini timnya juga sudah sangat siap menghadapi PSS di laga hidup dan mati ini. Sebab, saat ini tim kebanggaan masyarakat Semarang sudah mencoba mengatasi apa yang menjadi kekurangan.
"Kami juga sudah mencoba untuk menerapkan di latihan apa yang akan kami lakukan di pertandingan ini. Mudah-mudahan apa yang kami rencanakan bisa berjalan baik dan lancar," ujarnya.
Salah seorang pemain PSIS Semarang Rahmat Syawal mengatakan, secara persiapan para pemain dan tim sudah siap untuk menjamu PSS Sleman. Para pemain juga sudah bertekad meraih tiga poin di laga hidup dan mati ini.
"Kalau beban tidak. Karena kami sudah menganalisa di meeting untuk lebih baik lagi. Semoga kami bisa terus meningkat dan mendapatkan tiga poin," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Heru Pratomo