RADAR JOGJA - Ambisi PSSI untuk mempekuat timnas Indonesia melalui jalur naturalisasi pemain terus dilakukan.
Kali ini, PSSI dikabarkan mengincar rekan satu klub pemain Timnas Indonesia Eliano Reijnders di PEC Zwolle Tristan Gooijer.
PSSI telah melakukan pembicaraan awal dengan Tristan. Harapannya, sang pemain yang berposisi sebagai bek kanan tersebut memiliki ketertarikan untuk melakukan proses naturalisasi dan menjadi bagian Timnas Indonesia.
Gooijer menjawab dengan singkat tentang ketertarikan PSSI dan dia juga mengikuti perkembangan Timnas Indonesia.
"Saya sangat menghormati bagaimana sepak bola berkembang di Indonesia dan saya melihat perkembangan yang dialami tim nasional," ujarnya kepada Voetbal International, Selasa (1/4).
Pelajari Lebih
Meskipun saat ini belum memiliki jawaban pasti, pemain berdarah Maluku tersebut tidak menutup kemungkinan untuk membela Timnas Indonesia.
"Saya tidak menutup kemungkinan untuk masa depan," pungkasnya.
Pada tahun 2023, dalam sebuah wawancara yang dilakukan Yussa Nugraha di channel YouTube nya, dia memiliki kesempatan untuk mengenal lebih dekat dengan Tristan Gooijer.
Di wawancara tersebut dia berbicara tentang darah Indonesia yang dimilikinya dan kemungkinannya untuk bermain bersama Timnas Indonesia.
Tristan yang saat itu masih membela tim muda Ajax Amsterdam, mengaku bahwa dia memiliki darah Maluku dari keluarga ayahnya.
"Omaku orang Maluku, Opaku dari Belanda," ucapnya saat ditanya Yussa tentang asal-usul darah Indonesia yang dimilikinya.
Meskipun memiliki darah Maluku, Tristan mengakui bahwa dia masih perlu memahami situasinya.
"Untuk Omaku situasi Maluku dan Indonesia sedikit sensitif. Dari aku untuk situasi itu aku belum pelajari dan mendalami situasi Maluku dan Indonesia," tutur pemain 20 tahun tersebut.
Saat mengetahui bahwa dia memiliki darah Indonesia, Tristan pernah mem-posting bendera Indonesia di bio Instagram. Namun, keluarganya mengatakan bahwa Maluku dan Indonesia itu berbeda.
"Dulu aku pernah posting bendera Indonesia di bio Instagram ku karena aku pikir ada darah Indonesia. Dan aku dikasih tahu dari keluargaku kalau Maluku beda dari Indonesia," ujarnya.
Omanya bercerita tentang situasi yang terjadi antara Maluku dan Indonesia yang masih belum dipahami oleh pemain berposisi bek kanan tersebut.
"Omaku cerita juga pernah mengalami beberapa situasi, setiap generasinya berkurang untuk orang Maluku dan Indonesia. Aku juga masih kurang mendalami tentang situasi itu," ucap Tristan.
Yussa juga bertanya tentang ketertarikannya pada sepak bola Indonesia dan Tristan sangat kagum dengan atmosfer sepak bola di tanah air.
"Menurutku Indonesia sangat keren, terutama pendukungnya dan atmosfernya sangat hidup," pungkasnya.
Dalam wawancara tersebut, Tristan mengaku bahwa dia pernah dihubungi PSSI dan komunikasi berjalan dengan baik.
Namun, saat itu dia masih ingin mengetahui situasi Indonesia dan Maluku dan dia tidak ingin mengambil keputusan yang membuat keluarganya tidak setuju.
Editor : Bahana.