SLEMAN - Jeda kompetisi panjang ini menjadi kesempatan bagi PSS Sleman untuk melakukan pembenahan dari aspek teknis dan nonteknis. Apalagi Super Elang Jawa, julukan PSS, berada di zona degradasi dalam kompetisi Liga 1 musim 2024/2025 ini.
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra mengungkapkan, kondisi jeda kompetisi saat ini justru membawa keuntungan bagi skuad tim Laskar Sembada. Bagi pelatih asal Belanda itu, jeda tersebut menjadi kesempatan besar untuk memperbaiki kelemahan serta meningkatkan kualitas permainan.
"Kami harus bersyukur atas periode ini. Empat minggu, kami bisa membuat pramusim mini lagi. Pramusim mini untuk menghadapi tujuh pertandingan yang tersisa," katanya, Minggu (23/3).
Baca Juga: Lewat Skema PBI, Wariyah Merasa Bebannya Diringankan Oleh Program JKN
Menurut Huistra, pada jeda panjang kali ini bisa memberikan ruang bagi tim untuk memulihkan kebugaran pemain yang mengalami cedera. Selain itu jeda panjang tersebut juga bisa untuk memperkuat strategi yang telah diterapkan.
"Itulah sebabnya sekarang kami berlatih ekstra. Kami pergi ke pusat kebugaran, jadi para pemain punya sesi ekstra sekarang," ujarnya.
Baca Juga: Sebaran Ribuan Vaksin PMK di Kulon Progo Buahkan Hasil? Tren Kasus PMK Mulai Turun
Pada jeda kompetisi saat ini, para penggawa PSS Sleman menjalani latihan rutin selama dua kali sehari. Bertujuan membuat seluruh penggawa Laskar Sembada bugar dan juga secara taktis siap untuk cara bermain yang diinginkan.
Dengan pendekatan itu, Pieter Huistra sendiri mengaku sangat optimististis timnya bisa tampil lebih solid dan kompetitif di tujuh sisa laga yang ada. Sehingga, pelatih asal Belanda itu berharap manfaat dari jeda panjang ini bisa terlihat dalam performa tim di pertandingan selanjutnya. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo