SLEMAN - Maguwoharjo International Stadium (MagIS) menjadi satu dari 17 stadion yang telah diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto, pada Senin (17/3) lalu yang dilakukan secara daring. Meski telah diresmikan, namun tidak semua fasilitas stadion telah tersedia.
Sehingga, sebagian fasilitas stadion itu akan disediakan oleh Pemkab Sleman melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Pihak Pemkab Sleman akan bertanggung jawab penuh untuk memenuhi sejumlah fasilitas stadion tersebut.
Sebab kekurangan tersebut katanya tidak masuk dalam proyek kontraktor. Sehingga hal itu yang menyebabkan pihak Pemkab Sleman akan bertanggung jawab untuk memenuhi kekurangan fasilitas tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Manajer tim PSS Sleman Leonard Tupamahu mengaku sangat bersyukur karena Stadion Maguwoharjo telah diresmikan. Meski saat ini masih memiliki fasilitas yang terbilang lengkap namun pria berumur 41 tahun itu tidak mempermasalahkan hal tersebut.
"Saya belum ngecek stadion. Tapi puji tuhan udah diresmikan tinggal memberikan izinnya aja untuk kami pakai," ucapnya, Jumat (21/3).
Diketahui usai Stadion Maguwoharjo itu diresmikan, ada beberapa fasilitas yang belum tersedia, seperti belum adanya bench pemain cadangan, sound system untuk pengumuman kedaruratan juga loker room yang masih kosong. Selain itu ada beberapa ruangan juga belum terpasang AC yang menjadi syarat standar stadion, terkhusus di ruang ganti pemain.
Meski pihak Pemkab Sleman sudah berkomitmen akan bertanggung jawab untuk memenuhi segala fasilitas tersebut. Namun menurut Leonard jika disuruh membantu manajemen PSS Sleman siap membantu untuk memenuhi fasilitas tersebut.
"Ya tidak apa-apa nanti kami bawa sendiri, jangan bikin susah. Kami bisa sewa bangku sama kayak di Bali saat Covid lalu," cetusnya.
Untuk saat ini bagi Leonard hal yang paling penting para pemain PSS Sleman bisa menjajal Stadion Maguwoharjo untuk latihan rutin. Sebab pihak tim Super Elja sudah tidak sabar untuk bisa menikmati Stadion kebanggaan masyarakat Sleman tersebut.
"Saya udah minta, tapi belum tahu dapat izinnya kapan," tandasnya. (ayu).
Editor : Heru Pratomo