Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kalahkan Bhayangkara FC di Final Liga 2, PSIM Jogja Sukses Samai Prestasi 20 Tahun Lalu

Guntur Aga Tirtana • Kamis, 27 Februari 2025 | 04:22 WIB

 

 

Selebrasi pemain PSIM Jogja dengan mengangkat trophy juara Liga 2
Selebrasi pemain PSIM Jogja dengan mengangkat trophy juara Liga 2

 

 

 

 

SOLO – Prestasi hampir 20 tahun lalu terulang. PSIM Jogja menjadi kampiun Liga 2 musim 2024/2025. Mengulangi prestasi pada 2005 lalu. Skornya pun identik 2-1. Jika dulu mengalahkan Persiwa Wamena, kini Bhayangkara FC yang harus bertekuk lutut di Stadion Manahan, Solo, Rabu (26/2).

 

 

Dua gol kemenangan yang membawa PSIM Jogja juara itu itu dicetak oleh Rafael de Sa Rodrigues atau yang akrab disapa Rafinha pada menit ke-8 melalui tendangan bebas cantiknya. Lalu gol kedua dicetak oleh Roken Tampubolon di menit ke-95 di babak tambahan waktu. Sedangkan satu gol dari Bhayangkara FC dicetak oleh Felipe Ryan di menit ke-72. 

 Baca Juga: Peduli! SMPN 5 Jadi Pilot Project Kelola Sampah Mandiri: Gerakan Sekolah dan Lingkungan Bersih Diluncurkan, Pemkot Jogja Targetkan Ini

Atas kemenangan itu, PSIM Jogja yang sudah memastikan diri lolos ke Liga 1 itu juga berhasil mengantongi gelar kampiun di kompetisi Liga 2 musim 2024/2025 ini. Pertandingan final Liga 2 antara PSIM Jogja melawan Bhayangkara FC ini berjalan seru. Sejak peluit pertandingan dimulai, para suporter Laskar Mataram terus bernyanyi dengan sangat meriah. 

 

Ribuan suporter yang memandati Stadion Manahan, Solo itu secara bersama-sama bersorak untuk terus mendukung tim kebanggaannya yang bermain di atas lapangan. Sehingga suasana pun menjadi sangat bergairah. Apalagi para suporter itu datang dengan tertib.

 Baca Juga: Bulog Purworejo Bakal Serap Gabah Petani Purworejo Sebanyak 6.342 Ton, Kini Baru 253 Ton Terserap

Caretaker pelatih PSIM Jogja Erwan Hendarwanto mengaku bersyukur karena selain berhasil meloloskan Laskar Mataram ke Liga 1 juga mendapatkan bonus bisa menjadi juara Liga 2. "Ini sudah suratan takdir kebetulan saya di sini. Ini rezeki yang harus saya syukuri," katanya usai pertandingan. 

 

Tak lupa pelatih asal Magelang yang berulang tahun tiap 21 Januari itu juga mengapresiasi dukungan dari tuang rumah Solo. Termasuk dari suporternya Pasoepati yang bisa duduk barenag Barajamusti dan The Maident. “Alhamdulillah Mataram is Love, dukungan yang luar biasa,” ungkapnya.

 

Gelandang serang PSIM Jogja, Roken Tampubolon  juga mengaku sangat bersyukur atas hasil yang didapatkan Laskar Mataram di partai final kali ini."Para pemain bisa main enjoy. Puji Tuhan kami dikasih hasil yang terbaik," lontarnya.

 Baca Juga: Dampak Efisiensi Anggaran, Dukungan Pemprov DIY untuk Jogja Fashion Week 2025 Menurun: Ini Penjelasan Disperindag..

Pelatih kepala Bhayangkara FC Hanim Sugiarto mengucapkan selamat kepada PSIM Jogja karena bisa juara. Menurut laga final ini merupakan pertandingan yang luar biasa dan layak untuk dinikmati insan sepak bola Indonesia. "Ini adalah sebuah hiburan bagi masyarakat Indonesia dari sepak bola," cetusnya. 

 

Pemain Bhayangkara FC Ruben Sanadi  mengatakan, meski timnya belum bisa menjadi juara. Tapi pihaknya tetap bersyukur karena bisa menyelesaikan musim ini dengan baik. "Target kami lolos Liga 1 hari ini kami berikan selamat kepada PSIM Jogja tang berhasil menjadi juara dan bermain dengan baik," tandasnya. (ayu/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#stadion mahanan solo #bhayangkara fc #Liga 2 #PSIM Jogja