David Wahyudi suporter PSIM Jogja yang sedang menjalankan nazarnya, Rabu (26/2) pagi.
JOGJA - Euforia kelolosan PSIM Jogja ke Liga 1 tidak hanya dirayakan dengan konvoi dan pesta kembang api saja. Akan tetapi ada sejumlah suporter yang memenuhi nazar mereka dengan berjalan kaki dari Stadion Mandala Krida menuju ke rumah masing-masing.
Ya, pada hari Rabu (26/2) pagi tepat di hari laga final Liga 2 musim 2024/2025 yang mempertemukan PSIM Jogja dengan Bhayangkara FC. Ada sejumlah suporter yang melunasi nazarnya untuk berjalan kaki dari Stadion Mandala Krida, menuju ke rumahnya.
Salah satu suporter PSIM Jogja yang melaksanakan nazar tersebut, David Wahyudi menjelaskan jika nazar itu dilakukan sebagai bentuk dukungan dan doa agar tim kebanggaannya yakni Laskar Mataram berhasil meraih tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Penantian panjang selama 18 tahun akhirnya terbayar lunas, dan ia pun menepati janji tersebut.
"Ini adalah bentuk syukur kami atas keberhasilan PSIM promosi ke Liga 1. Kami sudah lama menantikan momen ini, dan kami sangat bahagia bisa merayakannya dengan cara yang unik seperti ini," ujarnya, Rabu (26/2).
Nazar jalan kaki itu dilakukan oleh David mulai dari Stadion Mandala Krida pada pukul 04.30 pagi. Ayah satu anak itu berjalan ke selatan menyusuri Kota Jogja untuk menuju ke rumahnya yang berada di daerah Sewon, Bantul, yang mana nazar tersebut selesai pada pukul 08.00 pagi.
Perjalanan panjang ini tidak menyurutkan semangat dari David. Ia tetap berjalan dengan penuh semangat, meski harus menempuh jarak yang cukup jauh.
"Usai nazar ini saya beserta rombongan akan langsung menuju ke Stasiun untuk berangkat ke Solo menyaksikan laga final PSIM," lontarnya.
Aksi jalan kaki itu tidak hanya menjadi bentuk perayaan, tetapi juga menjadi simbol kecintaa dan dukungan dari suporter kepada PSIM Jogja. Sehingga ke depan David sendiri sangat berharap supaya Laskar Mataram tetap bisa jaya di kompetisi Liga 1.
"Saya harap PSIM bisa terus berjaya dan lebih baik di Liga 1 nanti," tegasnya. (ayu).