SLEMAN - PSS Sleman telah resmi merekrut Pieter Huistra untuk menggantikan posisi Mazola Junior dari kursi kepelatihan tim. Pergantian ini menyusul hasil minor yang ditorehkan oleh pelatih asal Brasil itu.
Manajer tim PSS Sleman Leonard Tupamahu menjelaskan, pergantian pelatih dilakukan sebagai bentuk evaluasi dari manajemen menyusul hasil buruk yang didapat Mazola Junior dari empat pertandingan terakhir. "Ya, ini salah satu hasil evaluasinya," lontarnya Kamis (20/2).
Leonard sendiri mengakui kedatangan Pieter Huistra ke Sleman sangat dipercaya oleh pihak manajemen agar bisa membawa tim keluar dari zona degradasi hingga akhir musim. Mengingat pelatih asal Belanda ini sudah mempunyai pengalaman di Indonesia dan pernah menangani Borneo FC.
"Aku pikir dia juga pelatih yang bagus. Semoga dengan datangnya dia bisa berikan dampak positif terhadap tim," tegasnya.
Sementara, Pieter Huistra sendiri mengaku alasan menerima tawaran melatih PSS Sleman menuju 11 pertandingan terakhir kompetisi Liga 1 2024/2025 karena tim ini mempunyai nama besar di sepak bola Indonesia.
"Seperti raksasa tidur yang menjadi salah satu tim tradisional di Indonesia. Sebuah kehormatan bagi saya menerima pekerjaan di sini. Selain hal itu, saya dalam posisi tidak melatih tim manapun kemudian hadir di sini," ujarnya.
Pieter mengakui kehadirannya di PSS ada sedikit kesulitan karena datang melatih di tengah perjalanan sebuah kompetisi. Ini karena hanya memiliki waktu singkat untuk mengenal para pemain dan mengenal personel-personel di tim ini.
Kemudian pertandingan terdekat melawan Malut United FC juga siap menanti. Tidak ada pilihan selain harus melakukan lompatan besar dengan menjalankan intensitas latihan untuk meraih hasil yang mengesankan.
Kehadiran Pieter Huistra menduduki pelatih utama di PSS tidak lepas dari target yang dibebankan. Secara pribadi ia mengaku telah melakukan identifikasi masalah yang membuatnya harus melakukan langkah-langkah cepat dan besar demi mengangkat prestasi PSS Sleman yang sedang terpuruk ke dalam zona degrdasi.
"Hal itu membuat saya harus bekerja secara efektif, memberikan motivasi kepada tim dan tim juga harus bisa memotivasi dirinya sendiri dan segera mendapatkan poin. Itulah hal krusial untuk situasi saat ini," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita