KEBUMEN - Persak Kebumen harus mengubur mimpinya untuk dapat melaju ke semifinal Liga 4 Jawa Tengah. Lapangan Puliharjo, Kecamatan Puring pada Minggu (16/2) menjadi saksi Persak kandas di tengah jalan.
Pada pertandingan leg kedua 8 besar, Persak sejatinya tampil lebih mentereng saat menjamu Persika Karanganyar. Skor 2-1 berhasil diraih tim Kebumen. Meski menang, anak asuhan M Irfan itu tetap saja gagal merebut tiket semifinal karena tertinggal agregat selisih gol.
Langkah Persak terhenti usai pertandingan di leg pertama tertinggal dengan skor akhir 2-4. Beban selisih poin membuat Wisnu Nugroho dkk harus rela pulang lebih dulu di Liga 4 Jateng.
Manajer Persak Kebumen Arif Budiman berlaga hingga pintu semifinal menjadi pencapaia tersendiri bagi Persak. Meski gagal, dia tetap mengapresiasi peran dan kerja keras pemain beserta pelatih selama menjalani laga. Arif memastikan Persak akan tetap tampil dan ikut menjadi bagian pada musim mendatang. "Ini awal Persak lama bangun dari tidur. Tentu ini sebagai pembelajaran dan pembenahan ke depan," jelasnya, Senin (17/2).
Bagi dia, bola itu bulat. Artinya sulit untuk memprediksi hingga mencapai titik akhir kompetisi. Berbagai upaya dianggap telah dilakukan Persak demi membawa pulang tropi juara. Namun terdapat faktor sebagai pemicu Persak harus menanggung kekalahan.
Arif menyebut, buruknya kondisi Stadion Candradimuka menjadi salah satu penghambat perjalanan Persak. Dari hal tersebut dia berharap akan ada kontribusi lebih dari pemerintah daerah untuk memoles stadion. "Harus samakan persepsi. Persak itu juga aset Kebumen," beber Arif.
Pelatih Persak M Irfan ikut acung jempol atas kerja keras pemain selama mengarungi Liga 4 Jateng. Menurut dia, ini bukan akhir dari segalanya. Tapi masih banyak kesempatan ke depan bagi Persak untuk meraih keberhasilan. "Perjuangan anak-anak sudah luat biasa. Pertandingan cukup ketat. Agregat selisih gol kami kalah satu," ungkapnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo