Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bablaske! Bantai Tuan Rumah Deltras FC 3-1, PSIM Jogja Berpeluang Juara Grup X dan Sekaligus ke Liga 1

Adib Lazwar Irkhami • Kamis, 13 Februari 2025 | 04:04 WIB

 

BERLAPIS : Pemain Deltras FC, E Cariocaberebut bola dengan pemain PSIM Sunni dalam lanjutan Liga 2 di Stadion GElora Delta Sidoarjo, kemarin (12/2). Deltras ditaklukan tamunya dengan skor (1-3).
BERLAPIS : Pemain Deltras FC, E Cariocaberebut bola dengan pemain PSIM Sunni dalam lanjutan Liga 2 di Stadion GElora Delta Sidoarjo, kemarin (12/2). Deltras ditaklukan tamunya dengan skor (1-3).
 

 

SIDOARJO - PSIM Jogja berpeluang besar menjadi juara Grup X babak 8 besar Liga 2 musim 2024/2025. Ini setelah sukses membantai tuan rumah Deltras FC dengan skor 3-1 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, kemarin (12/2) sore.

Dengan hasil ini, Laskar Mataram mengemas 12 poin dari empat kali menang dan sekali kalah. Bablaske di akhir laga! Ya, teruskan kemenangan ini saat menjamu PSPS Pekanbaru di Stadion Mandala Krida Jogja, Senin (17/2) mendatang. Jika itu tercapai, selain memuncaki klasemen PSIM juga promosi ke Liga 1.

Ketiga gol PSIM kemarin dicetak Sunni Hizbullah pada menit ke-71 dan Rafael de Sa Rodrigues atau yang akrab disapa Rafinha pada menit ke- 83 (pinalti) dan menit ke-88. Sementara satu gol dari The Lobster dicetak Emerson Carioca pada menit ke-28.

Kemenangan anak-anak Jogja pada laga kemarin juga mengantarkan PSIM mengunci satu tiket menuju Liga 1 dengan mulus. Sebab dari kemenangan itu, praktis hanya membutuhkan satu poin lagi untuk bisa menjalani laga final Liga 2 dan melaju ke Liga 1 musim ini.

Caretaker Pelatih PSIM Jogja Erwan Hendarwanto mengaku bersyukur atas kemenangan yang didapat para pemainnya dalam laga kali ini. Sehingga PSIM bisa mengunci satu tiket menuju ke Liga 1. 

Ia mengakui pada babak pertama para pemainnya  mendapatkan banyak tekanan dan merasa kesulitan untuk bisa mencetak gol. Tapi berkat perubahan dan beberapa rotasi pemain pada babak kedua, akhirnya bisa menang.

"Sesuai yang saya sampaikan kemarin Deltras FC bukan tim yang buruk. Tapi para pemain yang datang dari bench memberikan pembeda. Itu yang akhirnya bisa memenangkan pertandingan," jelasnya usai pertandingan. 

Erwan juga mengapresiasi kerja keras yang dilakukan para pemain PSIM di laga kali ini. Ke depan pelatih asal Magelang ini tetap ingin anak asuhnya fokus untuk menghadapi PSPS Pekanbaru di laga pamungkas.

"Perjuangan masih ada satu langkah lagi. Bismillah, mudah-mudahan apa yang kami inginkan bisa tercapai dan semua masyarakat Jogja bisa memberikan dukungan, agar impian ke Liga 1 bisa terealisasi," ungkapnya. 

Baca Juga: 30 Lulusan SMA di Bantul Diberangkatkan ke Batam untuk Perusahaan Elektronik, Dewan Sebut Tanda Minimnya Lapangan Pekerjaan

Gelandang tengah PSIM Ghulam Fatkur Rahman sangat bersyukur bisa mendapatkan kemenangan pada laga ini. Kemenangan yang didapat tim berlogo Tugu Pal Putih itu, baginya tidak lepas dari doa serta dukungan masyarakat Jogja.

Menurut Ghulam, laga antara PSIM melawan Deltras FC merupakan pertandingan sulit. Sebab, sejak peluit babak pertama teman-temannya kesulitan bisa mencetak gol, karena para pemain Deltras FC bermain dengan kompak.

Namun kesulitan itu bisa terpecahkan usai pelatih mencoba merotasi pemain pada babak kedua. Ghulam sendiri masuk di babak kedua mencoba mengisi ruang-ruang kosong yang ditinggalkan para pemain Deltras FC.

"Kami akan fokus di laga melawan PSPS Pekanbaru. Semoga kami bisa memberikan permainan yang cantik serta memastikan PSIM lolos ke Liga 1," katanya. 

Jalannya pertandingan antara PSIM melawan Deltras FC sebenarnya berjalan sangat menarik. Sebab, laga ini menjadi laga krusial bagi kedua tim untuk mengamankan posisinya dalam klasemen Grup X babak 8 besar Liga 2.

Deltras yang bermain di kandang sendiri langsung mencoba mendompleng permainan. Hariono dan kawan-kawan terus memberikan tekanan kepada PSIM yang berperan sebagai tim tamu pada laga ini.

Akan tetapi PSIM yang datang ke Bumi Sidoarjo untuk mencuri tiga poin, tetap tidak mau kalah. Meski bermain lebih sabar, Rafinha dan kawan-kawan terus mencoba memberikan gempuran demi gempuran ke gawang Deltras.

Petaka bagi PSIM muncul di menit ke-28. Deltras FC berhasil unggul terlebih dahulu melalui gol Emerson Carioca yang menerima umpan Nur Saihituha. Skor pun menjadi 0-1.

Merasa tertinggal, pemain PSIM terus berupaya mencari celah untuk bisa menyamakan kedudukan pada babak pertama. Tapi upaya demi upaya yang dilakukan belum bisa membuahkan hasil, skor 0-1 pun bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua, Pelatih Erwan Hendarwanto mencoba melakukan beberapa rotasi pemain. Tapi sampai menit ke-60 tidak ada satu gol pun yang tercipta untuk kedua tim.

Angin segar bagi PSIM muncul di menit ke-71. Kali ini bek Sunni Hizbullah yang mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan bola ribon di depan umpan Yusaku Yamadera, bek asal Jogja ini berhasil membobol gawang Deltras FC. Alhasil skor menjadi 1-1 untuk kedua tim.

Setelah berhasil menyamakan kedudukan, anak-anak Jogja langsung bermain agresif. Pada menit ke-83 striker asing PSIM Rafinha berhasil menggandakan kedudukan untuk melalui tendangan pinalti, usai dilanggar salah satu pemain Deltras FC. Pemain asal Brasil itu sukses mengeksekusi pinalti yang membuat unggul menjadi 2-1. 

Merasa unggul, pemain PSIM tidak mengendorkan permainan. Rendra Teddy dan kawan-kawan tetap berusaha menggempur pertahanan dari tuan rumah. 

Menjelang menit-menit akhir babak kedua usai, lagi-lagi Rafinha berhasil mencetak brace bagi PSIM. Ia berhasil memanfaatkan umpan terobosan dari Roken Tampubolon dari sisi kanan lapangan.  (ayu/laz)

 

 
Editor : Heru Pratomo
#erwan hendarwanto #Grup X #stadion gelora delta sidoarjo #babak 8 besar #rafinha #Deltras FC #PSIM Jogja