Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

PSIM Jogja Tandang ke Pekanbaru, Tantangan bagi Omid Popalzay, tanpa Arlyansyah Abdulmanan

Gregorius Bramantyo • Minggu, 26 Januari 2025 | 02:29 WIB
Para pemain PSIM Jogja merayakan gol Omid Popalzay ke gawang Persiku Kudus di Stadion Mandala Krida, Sabtu (11/1).
Para pemain PSIM Jogja merayakan gol Omid Popalzay ke gawang Persiku Kudus di Stadion Mandala Krida, Sabtu (11/1).

 

PEKANBARU – Jelang akhir putaran kedua babak penyisihan grup lalu, transfer Omid Popalzay dari PSPS Pekanbaru ke PSIM Jogja memantik amarah PSPS fans. Alasannya karena Omid mengaku cedera dan akan berobat ke Belanda. Nyatanya malah berlabuh ke PSIM.

 

Kontribusi pemain tim nasional Afganistan itu bagi PSIM pun mulai terlihat. Dengan satu gol dan satu assist. Kini Omid harus kembali ke Pekanbaru. Mantan kapten PSPS itu akan melawan mantan temannya. Dalam laga kedua di Grup X babak 8 besar Liga 2 2024/2025. Duel kedua tim akan berlangsung di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Minggu (26/1).

Kedua tim menyongsong laga ini dengan kepercayaan diri. Sebab, baik PSIM dan PSPS berupaya berebut posisi puncak klasemen Grup X. Kedua tim saat ini menghuni peringkat satu dan dua klasemen sementara.

 

Caretaker pelatih PSIM Jogja Erwan Hendarwanto menyatakan, timnya siap menghadapi tantangan di pertandingan ini. Meskipun perjalanan dari Jogja cukup melelahkan, Erwan mengatakan hal itu justru menjadi tantangan tersendiri bagi timnya.

 

"Perjalanan dari Jogja memang sedikit melelahkan, tapi bagi kami itu menjadi tantangan tersendiri, secara keseluruhan kondisi lapangan cukup bagus,” ujarnya dalam jumpa pers, Sabtu (25/1).

Dia menyebut, cuaca di Pekanbaru juga sempat berubah-ubah. Mulai dari panas terik hingga hujan. Namun, dia berusaha menyiapkan anak asuhnya untuk beradaptasi sebaik mungkin. “Mudah-mudahan kami bisa menampilkan permainan terbaik di pertandingan ini," kata Erwan.

 

Laskar Mataram sendiri membawa 23 pemain untuk pertandingan kali ini. Erwan menilai, PSPS Pekanbaru adalah tim yang tangguh dengan kekuatan merata di setiap lini. Ditambah lagi, PSPS dilatih oleh pelatih sarat pengalaman dalam diri Aji Santoso.

Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi PSIM. Apalagi PSIM tak diperkuat pemain 19 tahun Arlyansyah Abdulmanan yang memperkuat tim Indonesia U-20. "Di babak 8 besar ini kami tidak punya pilihan, semua lawan kuat, kami harus selalu siap. Kuncinya, para pemain harus enjoy, fokus, dan tetap konsentrasi," tegas Erwan.

Beberapa pemain PSIM seperti Roken Tampubolon, Rio Hardiawan, dan Omid Popalzay sudah cukup familiar dengan gaya permainan PSPS Pekanbaru. Namun, Erwan menegaskan bahwa seluruh tim akan dipersiapkan secara keseluruhan untuk menghadapi segala kemungkinan.

"Mereka sudah hafal bagaimana cara bermain tim Sumatera, tapi kami tetap menyiapkan tim secara menyeluruh. Siapa yang paling siap, itulah yang akan bermain," ucapnya.

 

Pemain PSIM Jogja Sunni Hizbullah menegaskan, seluruh pemain dalam kondisi fit meskipun perjalanan panjang dari Jogja memakan waktu sekitar 8 jam. Sunni menuturkan, timnya memiliki misi yang jelas, yakni meraih tiga poin dari pertandingan ini. "Kami datang jauh-jauh dari Jogja dengan satu tujuan, yaitu mengakhiri pertandingan ini dengan tiga poin," katanya.

Sementara itu, pelatih PSPS Pekanbaru Aji Santoso mengatakan, semua pemain dalam kondisi siap. Tidak ada pemain yang terkena akumulasi dan tidak ada yang cedera. “Melawan PSIM saya berharap anak-anak tampil bagus dan bisa memenangkan pertandingan," ujar Aji.

 

Menurutnya, PSIM salah satu tim yang cukup bagus. Untuk itu, Aji menyampaikan kepada pemainnya untuk tidak menganggap remeh.

"Saya berharap kepada pemain saya tidak percaya diri yang berlebih. Percaya diri boleh tapi diimbangi dengan kewaspadaan," kata eks pelatih Persebaya Surabaya ini. (tyo/pra)

Editor : Heru Pratomo
#erwan hendarwanto #psps pekanbaru #omid popalzay #PSIM Jogja