Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sudah Gatal Ingin Bermain Lagi, PSIM Jogja Belum Ajukan Protes Penundaan Babak Delapan Besar

Adib Lazwar Irkhami • Sabtu, 18 Januari 2025 | 02:29 WIB
Selebrasi pemain PSIM Jogja Omid Popalzy dan Rafinha
Selebrasi pemain PSIM Jogja Omid Popalzy dan Rafinha

 

JOGJA - Manajemen PSIM Jogja angkat bicara mengenai penundaan pertandingan perdana di babak delapan besar Liga 2 musim 2024/2025. Menurut manajemen Laskar Mataram ini, penundaan itu pasti akan berdampak dalam pertandingan semua tim.

Diketahui, penundaan pertandingan PSIM Jogja di babak delapan besar terjadi akibat adanya jadwal lanjutan pertandingan antara Deltras FC kontra Persibo Bojonegoro yang belum selesai.  Di mana laga pekan ke-14 Grup 3 Liga 2 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Sabtu (11/1) lalu masih menyisakan kontroversi. Pertandingan itu menjadi penentu perebutan tiket terakhir ke babak delapan besar.

Dalam pertandingan itu, di menit ke-90+4 Komdis PSSI membatalkan gol Persibo, sehingga skor sementara tetap 1-0 untuk keunggulan Deltras FC. Pertandingan pun terhenti akibat protes keras dari kedua tim.

Selain itu, untuk menjaga netralitas dan integritas kompetisi, laga lanjutan Deltras FC dengan Persibo Bojonegoro dijadwalkan berlangsung di Stadion Sasana Krida AAU Jogjakarta, Sabtu (18/1) sore dengan LIB bertindak sebagai penyelenggara penuh.

Pertandingan akan dilanjutkan dengan komposisi pemain yang sama seperti saat pertandingan dihentikan, tanpa ada tambahan atau penggantian daftar pemain cadangan. Jumlah pergantian pemain pun harus mengikuti kondisi terakhir sebelum pertandingan terhenti. Keputusan itu juga diambil untuk menjaga integritas kompetisi dan menegakkan asas fair play.

Manajer PSIM Jogja Razzi Taruna mengatakan, meski pihaknya merasa dirugikan karena mundurnya laga perdana di babak delapan besar nanti, akan tetapi penundaan itu juga tidak terlalu merugikan. Ini karena mundurnya laga perdana itu tidak sampai seminggu juga.

"Jadi ini ada dampak positif dan negatif. Dua-duanya ada. Tapi ketika tim baru saja meraih kemenangan, rasanya ingin segera bermain lagi," ucapnya kemarin (17/1).

Menurut Razzi, dinamika yang terjadi di liga saat ini harus diterima meski tidak ideal. Namun, PSIM Jogja akan terus berkoordinasi dengan operator liga untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil adil bagi semua tim.

Maka dari itu, penting bagi manajemen PSIM untuk menanyakan kejelasan terkait situasi ini. Karena balik lagi dengan adanya penundaan itu, pasti akan mempengaruhi semua tim.

 "Namun saat ini kami belum mengajukan protes secara resmi. Tetapi jika pertandingan kami berikutnya menjadi terlalu mepet dengan jadwal lain akibat penundaan ini, kami pasti akan protes," tandasnya. (ayu/laz)

 

Editor : Heru Pratomo
#persibo bojonegoro #TARUNA #Babak Delapan Besar #razzi #protes #deltras sidoarjo #penundaan #Liga 2 #PSIM Jogja