SLEMAN – Awalnya debut PSS Sleman di Maguwoharjo International Stadium (MagIS) pascarenovasi pada 11 Januari 2025 mendatang. Tapi sepertinya Laskar Sembada akan lebih lama menjadi tim musafir. Menyusul molornya perbaikain MagIS.
Presiden Direktur PT PSS Gusti Randa mengatakan, jika timnya bisa segera balik ke Stadion Maguwoharjo, hal itu bisa memudahkan para suporter untuk mendukung tim kesayangannya dengan nyaman. Selain itu, para pemain juga merasa punya homebase sendiri.
"Keinginan untuk segera balik ke Maguwoharjo pasti ada. Karena kami berkeinginan itu. Tentu kami pengen segera," ungkap Gusti Randa kepada Radar Jogja kemarin (17/12).
Namun demikian, lanjut Gusti Randa, renovasi Stadion Maguwoharjo yang belum selesai hingga batas waktu yang telah ditentukan pada Minggu (15/12) lalu, manajemen PSS Sleman tetap akan mengikuti regulasi yang ada. Tapi harapannya, renovasi bisa terselesaikan secepat mungkin.
"Tentu kami mengikuti regulasi saja. Tapi kalau misal ada permintaan untuk diperpanjang, juga tidak apa-apa," tandas pria 59 tahun yang mantan aktor, pengacara dan politikus ini.
Gusti Randa berharap pada putaran kedua kompetisi Liga 1 musim 2024/2025 atau Januari mendatang Stadion Maguwoharjo sudah bisa dipakai. Sehingga, PSS Sleman mempunyai homebase yang pasti. "Kami berharapnya seperti itu," cetusnya.
Diketahui, PSS Sleman sendiri menjadi tim musafir lantaran homebase-nya, Stadion Maguwoharjo sedang direnovasi. Selama renovasi, semua aktivitas keolahragaan di stadion itu tak bisa dilakukan, termasuk pertandingan kandang Laskar Sembada.
Kementerian PUPR melakukan rehabilitasi dan renovasi Stadion Maguwoharjo untuk menciptakan sarana dan prasarana olahraga yang berkualitas tinggi sesuai standar FIFA.
Adapun pekerjaan rehabilitasi dan renovasi stadion meliputi perubahan kursi suporter menjadi single seat, perbaikan fasilitas operasional pertandingan, pemasangan kursi untuk difabel dan VVIP.
Selain itu, peningkatan fasilitas standar FIFA lainnya seperti penambahan tangga untuk akses media dan penonton tamu, perbaikan toilet. Juga ada pekerjaan sistem mechanical, electrical, plumbing (MEP).
Renovasi dijadwalkan rampung pada 31 Oktober 2024 lalu. Akan tetapi hingga batas waktu yang telah ditentukan pada Minggu, 15 Desember 2024, renovasi masih belum selesai. Alhasil, Pemkab Sleman maupun dewan tidak mau menerima menerima serah terima proyek ini karena masih banyak pekerjaan yang belum diselesaikan. (ayu/laz)
Editor : Heru Pratomo