SLEMAN, RADAR JOGJA - Hasil minor yang didapat PSS Sleman hingga pekan ke-13 ini nampaknya membuat posisi Mazola Junior terancam dari kursi kepelatihan.
Sebab dari lima laga yang telah dimainkan bersama tim Laskar Sembada julukan PSS Sleman, pelatih asal Brasil itu baru bisa membukukan satu kemenangan saja saat melawan Persis Solo (3/10) silam.
Diketahui, Mazola Junior resmi menandatangani kontrak bersama PSS Sleman pada tanggal (13/10) silam.
Pelatih asal Brasil itu menggantikan posisi Wagner Lopes yang di awal-awal musim lalu dirasa kurang maksimal menangani Laskar Sembada.
Keputusan tersebut juga diambil dengan harapan Mazola Junior mampu mengubah nasib tim berjuluk Super Elang Jawa yang saat ini masih terpuruk di papan klasemen.
Namun pada kenyataannya, sampai pekan ke-13 ini Mazola Junior belum bisa merealisasikan hal tersebut.
Lebih parahnya lagi saat ini PSS Sleman juga masuk ke dalam zona degradasi atau berada di posisi 16 klasemen sementara dengan raihan delapan poin.
Merespon hal tersebut, Presiden Direktur PT PSS Gusti Randa menyatakan bahwa pihak manajemen PSS Sleman belum bisa memutuskan untuk mengakhiri kontrak Mazola Junior untuk saat ini.
Manajemen masih memberikan kesempatan untuk pelatih asal Brasil itu sampai empat laga sebelum putaran kedua berlangsung.
Artinya Mazola akan terus dipantau oleh pihak manajemen hingga bulan Desember ini berakhir.
"Kami akan evaluasi dan Mazola masih diberi kesempatan di empat game ini atau sampai putaran pertama ini selesai. Apakah nanti akan diperpanjang atau tidak, itu kami lihat lagi," lontarnya kepada Radar Jogja, Selasa (11/12).
Maka dari itu, untuk saat ini manajemen langsung memberikan beban kepada Mazola Junior supaya bisa membawa PSS Sleman meraih 15 poin atau mengamankan posisi Laskar Sembada dari zona degradasi di sisa empat pertandingan putaran pertama BRI Liga 1 musim 2024/2025 ini.
"Harapan kami itu harus tercapai," tegas Gusti Randa. (ayu)
Editor : Bahana.