BOYOLALI - Total sudah 24 gol yang dicetak para pemain PSIM Jogja di kompetisi Liga 2 musim 2024/2025 ini. Bahkan strikernya Rafinha menjadi top skorere sementara dengan 11 gol. Tapi belum pernah ada yang dicetak ke gawang Persijap Jepara.
PSIM Jogja sudah sangat bersiap menantang Persijap Jepara dalam laga lanjutan kompetisi Pegadaian Liga 2 musim 2024/2025 ini. Pada putaran kedua di Stadion Kebo Giro sore nanti (7/12), Laskar Mataram berambisi mencuri tiga poin dari Laskar Kalinyamat, julukan Persijap Jepara.
Bukan tanpa alasan PSIM berambisi mencuri poin penuh dari Persijap di pertemuan kali ini. Mengingat pada pertemuan pertama lalu anak-anak Jogja harus puas bermain imbang 0-0 di Stadion Mandala Krida dengan tim besutan Widodo Cahyono Putro yang saat itu masih dipegang Kahudi Wahyu Widodo.
Akan tetapi pada pertemuan kali ini, jalannya pertandingan diprediksi bakal berjalan alot. Sebab, baik PSIM ataupun Persijap merupakan tim yang tercatat sebagai unggulan yang bertengger di peringkat atas klasemen sementara grup tengah Liga 2 musim 2024/2025.
Selain itu PSIM maupun Persijap juga memiliki catatan apik sejauh ini. Keduanya merupakan tim yang memiliki pertahanan terbaik pada musim ini. Tercatat, kedua tim hingga saat ini baru kebobolan lima gol dari 11 pertandingan yang sudah dijalani. Jumlah kebobolan ini menjadi paling sedikit dibandingkan semua kontestan.
Meski sama-sama memiliki catatan apik dari sisi kebobolan, tapi dilihat dari produktivitas gol PSIM bisa dibilang lebih unggul dari Persijap. Anak-anak Jogja sudah mengemas 24 gol, sedangkan Persijap baru 13 gol.
Bermodal kemenangan telak dari laga sebelumnya saat menjamu Nusantara United, kali ini PSIM bertekad kembali melanjutkan tren positifnya di laga melawan Persijap. Sementara tuan rumah dengan catatan belum pernah terkalahkan, nampaknya bakal menjadi pekerjaan rumah (PR) yang sulit bagi anak-anak Jogja untuk bisa membongkar pertahanan lawan.
Rekor yang tak pernah terkalahkan Persijap di laga-laga sebelumnya ini menjadi sorotan penting bagi Pelatih Kepala PSIM Seto Nurdiyantara di laga kali ini. Mantan pelatih PSS Sleman ini menilai, Persijap mempunyai pertahanan bagus dan sisi penyerangan yang juga bagus.
"Sebelum lawan Persijap kami juga sudah mencoba melakukan persiapan, baik fisik, teknik, maupun strategi yang mungkin belum sempurna. Tapi harapannya para pemain bisa mengerti apa yang kami mau," kata Seto Jumat (6/12).
Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu ini, Seto meminta kepada anak asuhnya agar tetap bisa selalu menjaga kondisi. Mengingat saat ini ada beberapa pemain yang diragukan bisa tampil karna sedang demam dan cedera. Pemain itu seperti Lucky Octavianto, Muammar Khadafi, dan Asyraq Gufron.
"Jadi hal itu sedikit banyak mengurangi pilihan kami. Tapi apa pun itu, para pemain yang diboyong ke Boyolali ini bisa siap menghadapi Persijap Jepara," ucapnya.
Di sisi lain, Seto juga menilai Persijap adalah tim bagus dan kuat. Melihat pada putaran pertama lalu Persijap berhasil mencuri satu poin di kandang PSIM. Maka di pertemuan kedua ini, Seto berambisi agar timnya juga bisa mencuri poin di kandang Persijap.
"Tapi itu nanti tergantung pemain untuk bagaimana motivasinya, cara bermainnya, bagaimana konsentrasinya, dan bagaimana keinginan serta harapannya," ujarnya.
Pemain tengah PSIM Adittia Gigis menyatakan, ia dan rekannya yang berangkat ke Boyolali sudah siap untuk melakoni pertandingan melawan tuan rumah Persijap. Anak-anak Jogja berharap kemenangan di laga terakhir saat melawan Nusantara United FC lalu bisa menjadi motivasi para pemain untuk memenangkan pertandingan kali ini.
"Motivasi pemain untuk mengalahkan Persijap kali ini sangat tinggi. Mengingat Persijap baru kalah di beberapa kali pertandingan saja," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Heru Pratomo