SLEMAN - PSS Sleman sudah merelakan untuk melepas striker muda andalannya, Hokky Caraka untuk membela tim nasional (Timnas) Indonesia di ajang Piala AFF 2024. Hal tersebut menyusul keputusan dari Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong yang menyatakan jika penyerang asal Gunungkidul itu dapat menggantikan Rafael Struick di lini depan.
Pelatih kepala PSS Sleman Mazola Junior pun sudah dengan lapang dada menerima keputusan pemanggilan Hokky Caraka ke timnas Indonesia itu. Meski kehilangan salah satu ujung tombak terbaiknya, namun bagi Pelatih asal Brasil ini hal tersebut merupakan konsekuensi yang sudah disepakati bersama sejak awal musim kompetisi.
"Situasinya ini di luar dari pendapat saya. Sudah ada peraturan dari federasi dan klub sebelum mulai liga tentang Timnas. Semua klub di liga ini tahu hal ini terjadi, kalau dipanggil Timnas tidak bisa ditolak. Saya tidak bisa komentar dan ikut peraturan dari federasi," katanya, Jumat (6/12).
Baca Juga: Gunungkidul Gelar Konser Kebangsaan: Merajut Kebhinekaan, Bersatu dalam Keberagaman
Pada Desember ini PSS Sleman bakal menghadapi laga yang sangat berat dan ketat, seperti yang terdekat ini tim Laskar Sembada yang dijadwalkan bakal menjamu Persib Bandung di Stadion Manahan, Solo, Senin (9/12), lalu dilanjut akan bertandang menghadapi PSM Makassar, Jumat (13/12), setelah itu melawan PSIS Semarang di hari Selasa (17/10), menantang Persija Jakarta, Sabtu (21/12) dan menjamu Mandura United, Jumat (27/12) mendatang.
Meski akan dihadapkan dengan jadwal pertandingan yang super berat dan padat itu. Secara pribadi Mazola menyatakan tidak mau ambil pusing walaupun tanpa kehadiran Hokky Caraka di lini depan PSS Sleman. Pelatih asal Brasil itu mengaku sudah menyiapkan solusi pengganti Hokky Caraka untuk mempertajam lini serangannya di laga-laga yang akan datang.
"Siapa pemain yang ada di sini akan kami persiapkan dan maksimal di lapangan 90 menit. Lawan Dewa, Hokky masih ada. Setelahnya nanti kami cari solusi siapa pemain yang ideal untuk menggantikan Hokky," jelasnya. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo