Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

PSIM Jogja Tak Lagi Ganas usai Ditinggal Empat Pemain U-21, Imbang 0-0 dengan Adhyaksa Farmel FC

Heru Pratomo • Minggu, 17 November 2024 | 02:29 WIB
Penyerang PSIM Jogja Rafinha dihadang pemain Adhyaksa Farmel
Penyerang PSIM Jogja Rafinha dihadang pemain Adhyaksa Farmel

 

SOLO – Kekhawatiran absennya empat pemain muda under-21 PSIM Jogja terbukti. Keganasan PSIM yang diperlihatkan di paro pertama kompetisi Pegadaian Liga 2 musim 2024/2025 tak terlihat. Absennya M. Fariz karena cedera dan Arlyanshah Abdulmanan karena memperkuat tim Indonesia U-20 gagal digantikan Frezy Al-Hudaifi.

 

Diberikan kesempatan bermain 90 menit saat melawan Adhyaksa Farmel FC Stadion Sriwedari, Solo, Sabtu (16/11), penampilan Frezy belum sesuai harapan. Kehilangan Arly yang sudah menciptakan dua gol dari empat pertandingan terasa dalam pertandingan kemarin. Beberapa kali Frezy gagal dalam kerja sama dengan pemain lain.

 

Dalam pertandingan perdana PSIM di putaran kedua itu sendiri berakhir 0-0. Hal itu membuat PSIM Jogja tetap bertengger di posisi tiga klasemen sementara Grup tengah dengan torehan 18 poin. Lalu pada peringkat kedua ada Persijap Jepara yang berhasil mengantongi 19 poin. Sedangkan pada posisi pertama ada Bhayangkara FC dengan raihan 21 poin.

 

Frezy mengatakan, hasil imbang yang didapat pada laga ini menurutnya sangat disayangkan. Karena baginya para pemain Laskar Mataram sudah bermain secara maksimal. "Menurut saya para pemain juga sudah berusaha semaksimal mungkin memberikan apa yang diberikan pelatih selama latihan. Tapi memang mungkin hasil belum memihak kepada PSIM buat meraih poin penuh," jelasnya. 

 

 

Pelatih kepala PSIM Jogja Seto Nurdiyantoro mengaku tetap bersyukur dengan hasil imbang yang didapat para anak asuhnya saat melawan Adhyaksa Farmel FC ini. Walaupun keinginan dalam hati bisa membawa pulang poin lebih."Tapi apapun yang diberikan Allah akan kami syukuri," katanya usai pertandingan. 

 

Menurut Seto hasil imbang ini didapat karena Yudha Alkanza dan kawan-kawan belum bisa memanfaatkan peluang di babak pertama. Begitu juga Adhyaksa Farmel FC yang juga banyak memiliki peluang, tapi juga belum bisa memanfaatkannya. "Ini pertandingan yang menarik, kedua tim silir berganti melakukan serangan," tegasnya. 

 

Di babak kedua, lajut Seto, Adhyaksa Farmel FC kehilangan satu pemain. Tapi penggawa Laskar Mataram kurang sabar memanfaatkan peluang. "Tapi ini sesuatu yang bagus untuk pembelajaran kami. Harapannya apa yang terjadi hari ini bisa kami perbaiki ke depannya," lontarnya. 

Editor : Heru Pratomo
#Frezy Al Hudaifi #u-21 #pemain #Seto #Stadion Sriwedari Solo #PSIM Jogja