JOGJA – Pelatih PSIM Jogja Seto Nurdiyantoro dipusingkan dengan dipanggilnya tiga pemain muda PSIM Jogja untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) bersama tim Indonesia U-20. Jelang menghadapi putaran kedua babak penyisihan grup tengah kompetisi Pegadaian Liga 2 musim 2024/2025, Seto harus segera memutuskan pemain U-21 yang akan bermain.
Ketiga pemain muda Laskar Mataram yang dipanggil untuk menjalani TC bersama tim Indonesia U-20 tersebut, yakni Arlyansyah Abdulmanan, Figo Dennis, dan Ousmane Maiket. Sejatinya , saat ini PSIM Jogja masih menyisakan empat pemain U-21 untuk menghadapi laga terdekatnya di putaran kedua, yakni saat melawan Adhyaksa Farmel FC di Stadion Sriwedari, Solo, Sabtu (16/11) nanti. Keempat pemain tersebut adalah Fajar Akhmad Khusen, Tegar Islami, Frezy Al-Hudaifi, dan Muhammad Fariz.
Diketahui, dari keempat pemain muda tersebut, sejauh ini nama Muhammad Fariz yang sering dipasang oleh Pelatih kepala PSIM Jogja Seto Nurdiyantoro. Namun untuk menghadapi Adhyaksa Farmel FC nanti, Muhammad Fariz sendiri masih belum bisa diturunkan. Sebab pemain muda asal Boyolali itu masih dalam masa pemulihan dari cederanya. "Dari perkembangan fisik Fariz cukup bagus, tapi dari fisiknya masih belum bisa gabung. Pada momen tertentu Fariz menjalani latihan secara terpisah. Harapannya Fariz bisa sembuh secepatnya, mungkin satu bulan," jelas Seto, Rabu (13/11).
Dengan kondisi tersebut mau tidak mau Seto Nurdiyantoro pun harus memutar otak untuk menyusun komposisi tim terbaiknya lagi. Sebelum Rafinha dan kawan-kawan kembali berlaga di putaran kedua fase grup Liga 2 musim 2024/2025 ini. Seto harus memaksimalkan ke pemain yang ada. “Jarak waktu juga mepet dan saya juga harus berpikir keras. Tidak hanya match besok (melawan Adhyaksa Farmel FC), tapi lawan Bhayangkara juga sama situasinya seperti itu," ujarnya. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo