BANTUL - Persiba Bantul dikabarkan tergabung dalam Grup B Liga 3 musim 2024/2025 yang kini telah berganti nama menjadi Liga Nusantara. Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, Laskar Sultan Agung julukan Persiba Bantul berada di Grup B bersama, Persikab Bandung, PSGC Ciamis, PSCS Cilacap, PSM Madiun dan WBFC Bandung.
Diketahui pada musim ini, terhitung ada sebanyak 18 kontestan yang direncanakan mengikuti kompetisi Liga Nusantara tersebut. Belasan klub tersebut terbagi dalam tiga grup yang masing-masingnya grupnya berisi enam klub.
Adapun di Grup A terdapat 757 Kepri Jaya, Tornando FC, PSDS Deli Serdang, Sumut United, Perserang Serang dan Persipasi Bekasi.
Sedangkan di Grup C, dihuni oleh Persekabpas Pasuruan, NZR Sumbersari, Sulut United, Persiba Balikpapan, Kalteng Putra dan Persipani Paniai.
Komposisi 18 kontestan tersebut terdiri dari delapan tim yang terdegradasi dari Liga 2 musim 2023/2024 lalu, serta sepuluh tim yang berhasil lolos dari babak 16 besar putaran nasional Liga 3 musim 2023/2024 lalu.
Persiba Bantul yang musim lalu berhasil melangkah hingga babak 16 besar Liga 3, saat ini dipastikan menjadi satu dari 18 tim yang berlaga di Liga Nusantara musim ini.
Manajer tim Persiba Bantul Endro Bawono mengaku sampai saat ini pihaknya belum mengetahui terkait pembagian grup Liga Nusantara tersebut. Jajaran manajemen Laskar Sultan Agung masih menunggu surat resmi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI terkait pembagian grup tersebut.
"Karena ada beberapa tim yang keikutsertaanya masih diragukan," tegasnya, Senin (11/11).
Menurut Endro, terkait pembagian grup Liga Nusantara yang telah beredar di media sosial tersebut kemungkinan masih akan bisa berubah dalam beberapa hari kedepan. Sebab pembagian grup tersebut akan diumumkan oleh PSSI dalam beberapa hari kedepan.
"Sebetulnya hari ini batas akhir keikutsertaan. Mungkin satu dua hari sudah ada rilis resmi dari PSSI dan PT LIB. Persiba bersikap menghormati, menghargai dan mematuhi apa yang jadi regulasi dari PT LIB dan PSSI terkait Liga Nusantara ini," jelasnya. (ayu).
Editor : Heru Pratomo