Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

MIS Al Islamiyah Grojogan dan SD Muhammadiyah Sapen Jadi Kampiun, Talent Scout Jaring 28 Pemain Puteri 

Heru Pratomo • Senin, 28 Oktober 2024 | 13:05 WIB
Selebrasi pemain sepakbola puteri
Selebrasi pemain sepakbola puteri

 

RADAR JOGJA - Melalui berbagai momen - momen menegangkan di lapangan hijau, juara baru pun lahir dalam laga final MilkLife Soccer Challenge – Yogyakarta Seri 2 2024 di Stadion Tridadi Sleman pada Minggu (27/10) .

 

Di kategori KU 12, MIS Al Islamiyah Grojogan, Bantul tampil sebagai juara usai menang dramatis atas pemenang seri pertama SDN 2 Wonoharjo. Sedangkan SD Muhammadiyah Sapen, Jogja keluar sebagai kampiun dari kategori KU 10 setelah mengalahkan SD Muhammadiyah Sokonandi 2.

 

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Sleman, Kusno Wibowo yang turut menyaksikan jalannya partai final MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Series 2 2024 memberi apresiasi kepada para siswi yang telah menunjukkan minat dan bakatnya menggeluti sepak bola putri. Ia berharap, gelaran turnamen yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini dapat menjadi pijakan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.

Baca Juga: Gunung Merapi di Sleman Mengeluarkan 10 Kali Guguran Lava ke Arah Barat Daya, Jarak Luncur 1.200 Meter

Baca Juga: Alun-Alun Wates Dibenahi dengan Danais, Akan Ada Tempat Duduk Terazzo dan Jogging Track

“Keberhasilan pembinaan atlet sepak bola putri tidak hanya karena latihan dan sarana serta prasarana yang baik, tapi juga adanya kesempatan bertanding dan kompetisi untuk mematangkan teknik dan strategi yang tentunya didasari dengan semangat sportivitas,” tandas Kusno WIbowo.

 

Sari Rahmawati dan Shima Putri Larasati adalah dua dari beberapa nama yang sudah dikantongi tim talent scouting lantaran memiliki bakat gemilang selama gelaran Miklife Soccer Challenge Seri 2 Yogyakarta. Penilaian tim talent scouting berfokus pada penguasaan teknik dasar bermain bola, atletisme, postur, agility, kepercayaan diri, kerja sama tim, konsistensi dan pantang menyerah.

 

Tak hanya memantau bakat para peserta, tim talent scouting juga mengumpulkan para pemain bertalenta untuk mengikuti MilkLife Extra Training. Program pelatihan khusus dengan target peningkatan kemampuan dasar bermain sepak bola ini diarahkan oleh Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Timo Scheunemann yang telah memiliki lisensi kepelatihan UEFA A di Jerman sejak tahun 2007. Adapun di Yogyakarta terdapat 28 peserta yang akan menjalani MilkLife Extra Training yang berasal dari Seri 1 dan Seri 2.

 

“Pada seri pertama kami cukup kesulitan menemukan putri-putri berkualitas karena jumlah partisipasinya belum banyak. Namun, pada Seri 2 ini jumlah siswi yang berkualitas melonjak karena partisipasinya juga lebih masif. Terbukti, kami bisa menemukan pemain-pemain yang sangat spesial," tutur Coach Timo.

Baca Juga: LSM GMPUR Pastikan Masyarakat Merasakan Multiplayer Effect Bendungan Bener

Baca Juga: Hasil Liga Inggris: Chelsea Sikat Newcastle United, Manchester United Babak Belur Ditangan West Ham

Usai menjalani MilkLife Extra Training, para peserta membentuk tim terbaik yang akan berlaga di ajang MilkLife Soccer Challenge All-Stars KU 12 di Supersoccer Arena Kudus pada awal tahun 2025 mendatang. Mereka akan bertemu dengan tim-tim lain yang berasal dari kota-kota penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge seperti Kudus, Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Solo, dan Surabaya. “Dengan lahirnya banyak bintang-bintang baru pada seri 2 di Yogyakarta ini, saya optimistis persaingan dari delapan kota di Turnamen All Stars Kudus nanti tentu akan semakin menarik,” tutur Timo.

 

Program Director Bakti Olahraga Djarum Founfation, Yoppi Rosimin mengatakan penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge yang hingga saat ini berjalan 14 kali di delapan kota sepanjang 2024 berhasil memantik kecintaan masyarakat terhadap cabang olahraga sepak bola putri. Hal ini terlihat dari meroketnya jumlah peserta di setiap penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge. Salah satunya di seri kedua Yogyakarta yang diikuti 1.203 siswi MI dan SD. Angka tersebut melonjak hampir tiga kali lipat dibanding seri pertama, Juli lalu. Dengan semakin banyak peserta yang mengikuti turnamen ini, talenta-talenta potensial di Yogyakarta mulai bermunculan.

 

"Semangat yang ditunjukkan putri-putri Yogyakarta pada MilkLife Soccer Challenge Seri 2 20 24 membuat kami semakin optimistis sepak bola putri akan memiliki masa depan cerah. Adanya lonjakan secara kuantitas dan kualitas dari para peserta adalah jawaban positif dari upaya kami memassalkan sepak bola putri dari level akar rumput yang sudah dimulai sejak tahun lalu," kata Yoppy. 

 

Ia berharap, tingginya partisipasi siswi pada seri kedua Yogyakarta dapat menjaga momentum positif perkembangan sepak bola putri di Bumi Mataram. Pasalnya, di level dewasa, Skuad Putri DIY sukses mencatatkan rekor dengan lolos babak kualifikasi dan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) untuk pertama kalinya.

Editor : Heru Pratomo
#grojogan #Yogyakarta #MIS #talent scout #kudus #SD Muhammadiyah Sapen #puteri #Djarum Foundation #MilkLife Soccer Challenge 2024