RADAR JOGJA - Paul Pogba dipastikan akan kembali merumput di lapangan hijau pada tahun 2025 setelah Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) mengurangi hukuman terkait doping yang menjeratnya.
Hukuman yang sebelumnya empat tahun kini telah dipangkas menjadi 18 bulan, memberikan harapan baru bagi kariernya di dunia sepak bola, seperti yang dilaporkan ANTARA.
Melansir dari Sky Sports pada Sabtu (5/10), CAS resmi mengabulkan banding Pogba atas larangan bertandingnya.
Dengan keputusan ini, Pogba diizinkan untuk kembali bermain bersama Juventus pada Maret 2025.
Sebelumnya, ia dijatuhi hukuman larangan bermain selama empat tahun setelah dinyatakan positif doping akibat mengonsumsi suplemen yang mengandung zat dehidropiandrosteron (DHEA), yang dikenal dapat meningkatkan produksi hormon dalam tubuh, termasuk testosteron.
Kasus ini bermula ketika Pogba dua kali menjalani tes doping dan hasilnya menunjukkan adanya zat terlarang dalam tubuhnya.
Pengadilan Anti-Doping Italia kemudian mengesahkan hukuman larangan bermain hingga tahun 2027, yang membuat masa depannya di lapangan sepak bola semakin tidak pasti.
Di saat yang sama, Pogba juga menghadapi berbagai cedera, yang membuatnya hanya tampil dalam 12 pertandingan selama tiga tahun kembali ke Juventus.
Musim keduanya di klub tersebut berlarut-larut dengan ketidakpastian dan ketidakberdayaan akibat cedera lutut yang menghantuinya.
Dalam sebuah pernyataan, Pogba mengungkapkan perasaannya setelah keputusan CAS. “Mimpi buruk saya telah berakhir.
Setelah keputusan Pengadilan Arbitrase Olahraga, saya dapat menantikan hari ketika saya dapat mengejar impian lagi,” kata pemain berusia 31 tahun itu.
Dengan pengurangan hukuman ini, Pogba berharap dapat kembali menemukan performa terbaiknya dan berkontribusi untuk Juventus serta tim nasional Prancis.
Momen kembalinya ia ke lapangan tentu dinanti-nanti oleh para penggemar dan pencinta sepak bola di seluruh dunia.
Penulis: Martinus Jonathan Nainggolan
Editor : Bahana.