PATI - PSIM Jogja gagal melanjutkan tren positifnya usai dijegal Persipa Pati dengan skor 1-3 pada pekan ketiga kompetisi Pegadaian Liga 2 2024/2025 di Stadion Joyokusumo, Pati, kemarin(26/9). Dengan hasil ini, Laskar Mataram juga gagal kembali memuncaki klasemen dan tetap bertahan di posisi kedua grup 2 dengan torehan enam poin. Sementara posisi pertama masih diduduki Persijap Jepara dengan delapan poin.
Di laga melawan Laskar Saridin kali ini nampaknya Pelatih Kepala PSIM Jogja Seto Nurdiyantara sedikit mengubah strategi. Mantan pelatih PSS Sleman ini melakukan rotasi besar-besaran di dalam skuadnya. Terbukti di laga tandang kali ini total ada enam pemain yang yang digantikan untuk menjadi starter.
Seto merotasi para pemainnya, mulai pemain depan hingga pemain belakang, bahkan kiper Harlan Suardi yang menjadi starter di dua laga sebelumnya juga ikut digantikan Riki Pambudi. Akibatnya, PSIM tertinggal 0-3 oleh Persipa di babak pertama.
Baca Juga: PDM Bantul Tidak Condong ke Satu Paslon, Warga Muhammadiyah Diberi Kebebasan Memilih
Merasa tertinggal jauh, pada babak kedua Seto pun mengubah strategi. Beberapa pemain kunci lalu dimasukkan. Dari strategi ini PSIM berhasil membobol gawang Persipa Pati melalui Rafinha di menit 80. Namun di laga kali ini anak-anak Jogja harus rela takluk oleh tuan rumah dengan skor akhir 1-3.
Seto mengaku melakukan rotasi besar-besaran di laga melawan Persipa karena ingin memberi kesempatan kepada semua pemain untuk bisa mendapatkan menit bermain. "Memberikan mereka berkompetisi itu seperti apa. Ini jadi pembelajaran dan evaluasi. Memang di babak kedua kami mencoba memperbaiki, tapi hanya satu gol yang tercipta," katanya usai pertandingan.
Menurut Seto, kekalahan kali ini akan menjadi sebuah catatan bagi jajaran pelatih PSIM untuk menyikapi pertandingan-pertandingan selanjutnya. Termasuk keputusan melakukan sebuah rotasi para pemainnya.
"Rotasi ini jadi keputusan tim pelatih untuk memberikan kesempatan yang belum main. Harapannya tidak menjadikan down pemain, tapi memotivasi untuk meningkatkan permainan," lontarnya.
Bek PSIM Asyraq Gufron mengaku hasil yang kurang bagus yang diperoleh di laga tandang kali ini bukanlah hasil yang diinginkan. Sehingga ke depan para pemain ingin memperbaiki dan melakukan introspeksi apa yang menjadi kekurangan di laga kali ini. "Tapi kami akan selalu mengikuti instruksi pelatih," tegasnya.
Editor : Heru Pratomo