RADAR JOGJA - Di hari ulang tahun ke-95, Mantan General Manager (GM) PSIM Jogja Ahmad Syauqi Soeratno sangat bersyukur bahwa PSIM Jogja yang merupakan klub kebanggaan masyarakat Jogjakarta dan juga termasuk salah satu klub pendiri PSSI ini mampu menginjak usia yang ke-95 tahun. Sebab menurutnya, tidak semua klub mampu melampaui usia itu sebagai pendiri PSSI dan klub tertua di Indonesia.
Selain itu, Syauqi juga berharap di usia yang ke-95 tahun ini agar tim uang berjuluk Laskar Mataram ini bisa memberi kebanggaan bagi masyarakat Jogjakarta dengan cara menghasilkan prestasi-prestasi yang ditunggu-tunggu oleh masyarakatJogjakarta, yakni bisa bermain di Liga 1.
"Harapannya pada tahun ini di usianya yang ke-95 jangan sampai target itu lepas lagi," tegasnya, Rabu (4/9/2024).
Baca Juga: Keistimewaan Tak Hanya tentang Danais dari Pemprov DIY, tetapi Soal Identitas dan Proses Sejarah
Tak hanya itu saja, Syauqi juga berkeinginan di usia yang ke-95 tahun ini PSIM Jogja bisa menjadi sarana pemersatu masyarakat Jogja ataupun yang pernah ada di Jogja. Mengingat Laskar Mataram ini memiliki penggemar yang tidak hanya ada di Jogjakarta saja.
Selain ini, Syauqi juga ingin agar PSIM Jogja ini mampu menjadi contoh bagi pembentukan karakter anak-anak muda di Jogja melalui pembinaan sepakbola usia mudanya.
Sehingga secara pribadi ia meminta agar jajaran tim Laskar Mataram tidak mengesampingkan pembinaan usia muda di saat tim seniornya harus berlaga di kompetisi. Baginya pembinaan tersebut harus tetap dilakukan.
Tak hanya itu saja, Syauqi juga berdoa agar ke depan PSIM Jogja mampu menjadi peneguh dan memperkuat identitas kejogjaannya. "Orang-orang Jogja ini kan identitas yang selalu di junjung tinggi dengan karakter-karakter khasnya, seeprti ramah tamah, guyub, dan gotong royong. Maka ini harus tetap dijaga," harapnya.
Tak lupa, Syauqi juga memaknai bahwa usia 95 tahun PSIM Jogja ini adalah usia yang sudah sangat matang untuk berbicara tidak hanya tentang pertandingan sepakbola saja. Tapi bisa berbicara tentang nilai, kemanfaaatan, da manfaat yang lebih lebih besar dari sekedar sepakbola sebagai olahraga.
Editor : Heru Pratomo